Minggu, 29 April 2018

5. Pernyataan tersembunyi

5. Pernyataan tersembunyi

5.1 universal positif

Ayam hidup. Pernyataan ini menghubungkan pahaman ayam dengan hidup, atau dalam ungkapan lain menyematkan pahaman hidup kepada pahaman ayam. Hanya itu? Sebenarnya beberapa term, juga beberapa hubungan term ada di situ. Mari kita perhatikan.
Diagram 5.1 ayam hidup alt 1

Diagram 5.2 ayam hidup alt 2

Berikut adalah beberapa alternatif pernyataan yang terkait dengan pernyataan di atas.
1. Sebagian ayam hidup (benar)
2. Ayam tak hidup (salah), perhatikan diagram 5.1
3. Sebagian ayam tak hidup (salah), perhatikan diagram 5.1
4. Semua yang hidup adalah ayam (salah), perhatikan diagram 5.2
5. Sebagian yang hidup adalah ayam (benar)
6. Semua yang hidup bukan ayam (salah), perhatikan diagram 5.1
7. Sebagian yang hidup bukan ayam (salah), perhatikan diagram 5.1

Jadi saat anda menyatakan ayam hidup, yakni semua ayam hidup, seketika anda sebenarnya juga menyatakan bahwa  sebagian ayam hidup, juga sebagian yang hidup adalah ayam.

Lebih jauh lagi, pernyataan-pernyataan berikut mungkin jarang terlintas terkait dengan pernyataan awal yang kita bahas.
8. Semua non-ayam hidup (salah), perhatikan diagram 5.1
9. Sebagian non-ayam hidup (salah), perhatikan diagram 5.1
10. Semua non-ayam tak hidup (salah), perhatikan diagram 5.2
11. Sebagian non-ayam tak hidup (benar)
12. Semua yang tak hidup adalah ayam (salah), perhatikan diagram 5.1
13. Sebagian yang tak hidup adalah ayam (salah), perhatikan diagram 5.1
14. Semua yang tak hidup bukan ayam (benar)
15. Sebagian yang tak hidup bukan ayam (benar)

Jika semua ayam hidup maka: sebagian yang bukan ayam tak hidup, semua yang tak hidup bukan ayam, sebagian yang tak hidup bukan ayam.

Sebagian orang mungkin akan bertanya, teori yang bertele-tele seperti ini ada praktek nyatanya tidak sih, ada gunanya tidak.

Menurut saya apa yang disampaikan di sini bukanlah bertele-tele, ke sana kemari tanpa tujuan. Apa yang ingin disampaikan adalah ajakan kepada pembaca agar mencermati pahaman yang disampaikan, dari berbagai sudut pandang yang mungkin.

Contoh penerapannya secara nyata adalah berikut. Hidup adalah ciri hakiki, salah satu ciri tak terpisahkan pada ayam. (Pembahasan tentang sifat hidup pada ayam ini akan terlalu dalam masuk ke wilayah filsafat, karenanya sementara kita lewatkan.) Kemudian anda mendapati ada sesuatu yang secara lahiriah seperti ayam, tapi ia tak menunjukkan tanda-tanda hidup. Maka sesuatu yang anda dapati itu pastilah bukan ayam. Bisa jadi ia tiruan ayam, atau bisa juga hanya tubuh ayam.

5.2 partikular positif

Sebagian ayam hidup. Ini satu dari contoh pernyataan partikular positif. Adapun penggambarannya dengan diagram-diagram lengkap bisa seperti berikut.
Diagram 5.3 sebagian ayam hidup alt 1

Diagram 5.4 sebagian ayam hidup alt 2

Diagram 5.5 sebagian ayam hidup alt 3

Diagram 5.6 sebagian ayam hidup alt 4

Diagram 5.7 sebagian ayam hidup alt 5

Sebagian ayam hidup. Pernyataan-pernyataan terkait: 
1. Semua ayam hidup (salah), perhatikan diagram 5.4
2. Semua ayam tak hidup (salah), cermati diagram 5.3
3. Sebagian ayam tak hidup (salah), cermati diagram 5.3
4. Semua yang hidup adalah ayam (salah), cermati diagram 5.3
5. Sebagian yang hidup adalah ayam (benar)
6. Semua yang hidup bukan ayam (salah), lihat diagram 5.3
7. Sebagian yang hidup bukan ayam (salah), lihat diagram 5.5
8. Semua nonayam hidup (salah), lihat diagram 5.3
9. Sebagian nonayam hidup (salah), lihat diagram 5.5
10. Semua nonayam tak hidup (salah), lihat diagram 5.4
11. Sebagian nonayam tak hidup (salah), lihat diagram 5.7
12. Semua yang tak hidup adalah ayam (salah), lihat diagram 5.3
13. Sebagian yang tak hidup adalah ayam (salah), lihat diagram 5.3
14. Semua yang tak hidup bukan ayam (salah), lihat diagram 5.4
15. Sebagian yang tak hidup bukan ayam (salah), lihat diagram 5.7

Jika sebagian ayam hidup maka sebagian yang hidup adalah ayam.

5.3 universal negatif

Semua batu tak hidup. Ini contoh pernyataan universal negatif. Berikut adalah contoh diagram-diagram lengkapnya.
Diagram 5.8 batu tak hidup alt 1

Diagram 5.9 batu tak hidup alt 2

Semua batu tak hidup. Berikut adalah pernyataan-pernyataan yang terkait. 
1. Batu hidup (salah), lihat diagram 5.8
2. Sebagian batu hidup (salah), lihat diagram 5.8
3. Sebagian batu tak hidup (benar)
4. Semua yang hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.8
5. Sebagian yang hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.8
6. Semua yang hidup bukan batu (benar)
7. Sebagian yang hidup bukan batu (benar)
8. Semua nonbatu hidup (salah), lihat diagram 5.8
9. Sebagian nonbatu hidup (benar)
10. Semua nonbatu tak hidup (salah), lihat diagram 5.8
11. Sebagian nonbatu tak hidup (salah), lihat diagram 5.9
12. Semua yang tak hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.8
13. Sebagian yang tak hidup adalah batu (benar)
14. Semua yang tak hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.8
15. Sebagian yang tak hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.9

Jika batu tak hidup maka sebagian batu tak hidup, semua yang hidup bukan batu, sebagian yang hidup bukan batu, sebagian yang bukan batu hidup, sebagian yang tak hidup adalah batu.

5.4 partikular negatif

Sebagian batu tak hidup. Ini contoh pernyataan partikular negatif. Diagram-diagramnya bisa seperti berikut. 

Diagram 5.10 sebagian batu tak hidup alt 1

Diagram 5.11 sebagian batu tak hidup alt 2


Diagram 5.12 sebagian batu tak hidup alt 3

Diagram 5.13 sebagian batu tak hidup alt 4

Diagram 5.14 sebagian batu tak hidup alt 5

Sebagian batu tak hidup maka: 
1. Batu hidup (salah), lihat diagram 5.10
2. Sebagian batu hidup (salah), lihat diagram 5.10
3. Batu tak hidup (salah), lihat diagram 5.11
4. Semua yang hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.10
5. Sebagian yang hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.10
6. Semua yang hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.11
7. Sebagian yang hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.12
8. Nonbatu hidup (salah), lihat diagram 5.11
9. Sebagian nonbatu hidup (salah), lihat diagram 5.12
10. Nonbatu tak hidup (salah), diagram 5.10
11. Sebagian nonbatu tak hidup (salah), lihat diagram 5.13
12. Semua yang tak hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.10
13. Sebagian yang tak hidup adalah batu (benar)
14. Semua yang tak hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.10
15. Sebagian yang tak hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.13

Jika sebagian batu tak hidup maka sebagian yang tak hidup adalah batu.
###

Menarik dibaca:
* Oposisi, dalam buku "Logika", oleh Drs. Mundiri
* Pernyataan yang Sama, ibid

Selasa, 13 Februari 2018

4. Pernyataan

4. Pernyataan 

4.1 pernyataan sederhana

Pernyataan adalah hubungan antara satu pahaman dengan pahaman lain. Pernyataan adalah hubungan antara satu term dengan term lain. Bisa juga dibilang bahwa pernyataan adalah hubungan antara objek dengan objek lain. Saat hubungan itu ada maka pernyataan dikatakan benar. Sebaliknya, jika hubungan itu faktanya tidak ada maka pernyataan dikatakan salah.

Itu ibu. Pernyataan tersebut menghubungkan pahaman "itu" dengan pahaman "ibu". Ia menghubungkan objek yang ditunjuk oleh term "itu" dengan objek yang ditunjuk oleh term "ibu".

Sebagian manusia tidak suka makan roti. Pernyataan ini menghubungkan term "sebagian manusia" dengan term "tidak suka makan roti".

Ketika ada dua term, "ayam" dan "hidup", atau "batu" dan "hidup" misalnya, maka ada beberapa alternatif hubungan antara keduanya.

1. Ayam hidup. Ini disebut pernyataan universal positif, dilambangkan dengan O. Pernyataan ini jika digambarkan dengan diagram lengkap akan punya 2 alternatif.

Diagram 4.1 ayam hidup alt 1

Diagram ini menyatakan: ayam hidup, semua yang hidup adalah ayam. Atau dengan kata lain: hanya ayam yang hidup. 


Diagram 4.2 ayam hidup alt 2

Diagram ini menyatakan: ayam hidup, sebagian yang hidup bukan ayam.

Dengan demikian, kedua diagram tersebut secara bersama membenarkan pernyataan "ayam hidup". 

Diagram 4.3 contoh penggambaran diagram-diagram "ayam hidup" berdasarkan diagram "hidup"

2.  Sebagian ayam hidup. Ini disebut pernyataan partikular positif, dilambangkan dengan I. Penggambaran diagram-diagram lengkap berikut masih berdasarkan diagram "hidup" juga. 

Diagram 4.4 sebagian ayam hidup alt 1

Diagram 4.5 sebagian ayam hidup alt 2

Diagram 4.6 sebagian ayam hidup alt 3

Diagram 4.7 sebagian ayam hidup alt 4

Diagram 4.8 sebagian ayam hidup alt 5

3. Batu tak hidup. Ini disebut pernyataan universal negatif, dilambangkan dengan E. Masih bersandar pada diagram "hidup". 

Diagram 4.9 batu tak hidup alt 1

Diagram 4.10 batu tak hidup alt 2

4. Sebagian batu tak hidup. Ini adalah pernyataan partikular negatif, dilambangkan dengan A. Dan diagram-diagram berikut masih bersandar pada diagram "hidup" yang sama. 

Diagram 4.11 sebagian batu tak hidup alt 1

Diagram 4.12 sebagian batu tak hidup alt 2

Diagram 4.13 sebagian batu tak hidup alt 3
Diagram 4.14 sebagian batu tak hidup alt 4

Diagram 4.15 sebagian batu tak hidup alt 5
###

Ayam adalah makhluk hidup. Secara umum pernyataan ini dapat dikelompokkan ke dalam pernyataan sederhana. Satu term adalah "ayam", dengan "makhluk hidup" sebagai term lain yang dihubungkan. 

Namun demikian, dalam kasus-kasus tertentu, dalam hal mendefinisi misalnya, pernyataan itu sepertinya harus ditempatkan sebagai pernyataan tak sederhana. Hal ini untuk melihat secara lebih rinci kaitan-kaitan yang ada pada pernyataan itu. "Ayam" kemudian adalah term yang dihubungkan dengan term "makhluk", juga dengan term "hidup".

4.2 Definisi

Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. Ibu adalah orang yang berjilbab hitam. Ibu adalah orang tua perempuan seorang anak. Ibu adalah orang yang mengandung anda saat anda masih menjadi janin. Mana definisi yang paling anda suka?

Terlepas manapun yang anda suka, anda jugalah yang tahu benar atau salahnya definisi itu. 

Mari kita samakan persepsi dulu sembari menyelami aliran pembahasan di sini. Definisi adalah pernyataan yang memisahkan satu pahaman dari pahaman-pahaman lain. Ia bisa disejajarkan dengan pengelompokan benda-benda di dunia nyata. Hakikat definisi dengan demikian adalah sama dengan klasifikasi. 

Contoh kasus: ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. "Ibu" di sini sebagai terdefinisi, "wanita yang telah melahirkan seseorang" sebagai pendefinisi. Pahaman "wanita" memisahkan "ibu" dari pahaman "bukan wanita", laki-laki, juga benda yang tak bersifat jender. "Yang telah melahirkan seseorang" kemudian memisahkan "ibu" dari pahaman "wanita bukan yang melahirkan seseorang".

Beberapa orang kemudian mencari-cari definisi yang paling tepat dan hemat untuk tujuan itu. Tepat artinya bahwa pendefinisi punya cakupan yang sama besar dengan terdefinisi. Hemat artinya pendefinisi menggunakan ungkapan yang sesedikit mungkin. Namun demikian, ungkapan pendefinisi yang tepat dan hemat ternyata sangat bergantung pada konteks yang ada, bergantung pada posisi penyampai relatif terhadap penerimanya. 

Ibu itu apa? Dalam konteks penyampai ada bersama dengan penerima dan "ibu" maka jawabnya cukup dengan "Itu ibu" dengan isyarat yang sesuai. Dalam konteks penerima berbahasa Inggris maka jawabnya cukup dengan "ibu is mother". Demikian seterusnya. 

Dengan begitu semestinya tidak ada definisi yang secara umum paling bagus, paling efisien, paling tepat, dst. 

Mungkin cara paling sesuai ketika berhadapan dengan definisi adalah memahami konteks, sudut pandang, juga klasifikasi yang dihadirkan oleh penyampainya. 

Ketika anda terpaksa mendefinisi, dengan demikian, maka sebaiknya meramalkan konteks, sudut pandang, juga klasifikasi yang ada pada penerima anda.

Jika tak mudah meramalkan konteks, sudut pandang, juga klasifikasi pada penerima, apa yang harus dilakukan? Dalam hal ini ada baiknya anda menggunakan klasifikasi yang lazim dipakai, yakni dengan menelaah kamus, ensiklopedia, atau literatur/media yang lazim diterima/diakses masyarakat. Biasanya cukup dengan menyebutkan jenis dan ciri khusus terdefinisi, atau jika mungkin menyebutkan jenis dan ciri pembedanya.

4.3 pernyataan bersyarat

Sebagian pernyataan menyampaikan hubungan yang lebih rumit dari sekedar hubungan antar-term, mereka menyampaikan juga hubungan antar-pernyataan. Satu atau lebih pernyataan berposisi sebagai sebab, satu atau lebih pernyataan lain sebagai akibatnya. Pola umumnya "Jika B maka C", dengan B adalah satu atau beberapa pernyataan sebab, C adalah satu atau beberapa pernyataan akibatnya. Ada kalanya dinyatakan dengan "Jika B, C" atau "B, maka C". 

Jika ayam dan kambing makhluk hidup, keduanya pasti dicipta oleh yang hidup juga. "Ayam dan kambing makhluk hidup" mencontohkan B, sebab, "keduanya pasti dicipta oleh yang hidup juga" mencontohkan C, akibatnya. 

Bisa juga dinyatakan dalam beberapa bentuk lain. Andai B maka C. Karena B jadi C. Sebab B jadi C. B, akibatnya C. Dst.

Hubungan sebab-akibat pada pernyataan bersyarat ada kalanya hubungan yang pasti. Jika matahari telah terbit maka siang terjadi. 

Ada kalanya hubungan sebab-akibat pada pernyataan bersyarat tidak bersifat pasti. Jika matahari telah terbit, orang beranjak dari tempat tidurnya.
###

Menarik dibaca: 
* Definisi, dalam buku "Logika", oleh Drs. Mundiri
* Proposisi, ibid

Senin, 05 Februari 2018

3. Klasifikasi

3. Klasifikasi

3.1 kelas dan jenis (spesies dan genus)

Toko swalayan, minimarket. Coba bayangkan bahwa di sana tak ada rak-rak yang dibariskan. Barang-barang yang dijual hanya diserakkan di lantai, membentuk bukit-bukit kecil, onggok-onggok tak beraturan. Jika pengunjung, anda mungkin akan sulit menemukan barang-barang yang dimau. Jika penjaga toko, anda akan sulit mendata barang-barang yang ada. Jika pemilik toko, mungkin anda sulit menilai berapa nilai aset anda di sana. Pasti saya, mungkin anda juga, tak akan tertarik berada di sana.

Pada dasarnya manusia tak menginginkan kesulitan. Namun demikian manusia ada kalanya sengaja mendatangkan kesulitan dengan berharap kemudahan yang lebih banyak di kemudian hari. Dalam kasus toko swalayan kita, pemilik toko lalu menambahkan rak-rak untuk memajang barang-barang dagangan yang rapih tertata.

Berapa biaya yang ditambahkan karena rak-rak yang kemudian terpasang? Berapa waktu yang diperlu untuk memilah barang berjenis-jenis, menatanya dengan apik? Belum lagi aksesoris-aksesoris dan label-label yang kemudian ditambahkan.

Harapannya? Penjaga toko mudah dalam mendata barang-barang terpajang. Pemilik toko mudah dalam menilai asetnya di sana. Pengunjung mudah mencari apa-apa yang diinginkan.
###

Sekarang mari beralih ke contoh lain yang lebih besar, pasar. Coba cermati berapa banyak macam barang yang ada. Bandingkan dengan yang ada di toko swalayan. Bayangkan barang-barang di pasar lalu dicampurkan semua, tanpa kios-kios khusus, tanpa rak-rak, tanpa pengelompokan-pengelompokan. Hampir dapat saya pastikan adalah satu pengalaman yang unik berada di sana. Tapi saya pastikan bukan yang menyenangkan.

Bagaimana dengan apa yang ada pada kita, manusia? Benak manusia, benak saya pun anda. Nama-nama, term-term yang tersimpan di sana mestinya jauh lebih banyak dari macam barang dagangan di pasar. Bagaimana jika semua itu diacak-acak sedemikian rupa tanpa cara yang mudah untuk mengenalinya?
###

Untuk memudahkan manusia menemukan atau dan menyampaikan pahaman-pahaman dalam benaknya yang demikian banyak dan beragam, ia lalu membuat pemetaan, pengelompokan-pengelompokan terhadap pahaman-pahamannya.

Pada awalnya manusia diperkenalkan dengan ibu, ayah, kakak, dst. Lalu ia diperkenalkan kepada konsep manusia, semacam perlabelan yang baru. Sedikit lebih menyulitkan, ia lalu mengingat ibu adalah manusia, ayah adalah manusia, kakak adalah manusia, dst. Sedikit lebih menyulitkan lagi pada pahaman "ibu" kemudian menjadi ibu adalah manusia adalah makhluk hidup. Demikian seterusnya. Dengan pahaman manusia meliputi ibu dan selainnya, dengan makhluk hidup meliputi manusia dan selainnya.

Dalam hubungan khusus-umum antara ibu dan manusia pada contoh di atas, dalam logika dimunculkan istilah kelas/spesies untuk ibu dan pahaman-pahaman lain yang setingkat, jenis/genus untuk manusia. Ketika kelas disematkan pada manusia dan pahaman-pahaman lain yang setingkat, maka jenis dengan sendirinya tersematkan pada makhluk hidup. Demikian seterusnya. Ketika kelas disematkan pada pahaman ibu, maka manusia dapat disebut sebagai jenis dekat, sementara makhluk hidup disebut sebagai jenis jauh.

Dengan perlabelan semacam itulah manusia memetakan pahaman-pahaman yang tersimpan dalam benaknya. Tampak agak rumit pada awalnya, namun dengan begitu ia kemudian lebih mudah memahami, juga menyampaikan apa-apa yang telah atau kemudian ada dalam benaknya.

Kelas adalah term yang tercakup oleh term lain yang lebih umum. Jenis adalah term yang mencakup term-term lain yang lebih khusus.

Diagram 3.1. Contoh pemetaan pahaman-pahaman


Diagram 3.2. Contoh 1 hubungan kelas-jenis 


Diagram 3.3. Contoh 2 hubungan kelas-jenis

Diagram 3.4. Contoh hubungan 
kelas-jenis dekat-jenis jauh

3.2 ciri umum, ciri khusus, ciri pembeda (accident, proprium, differentia) 

Manusia, anak kecil, lebih dulu mengenal ibu, ayah, kakak, dst. Lebih tepatnya mengenal beberapa ciri ibu, ayah, kakak, dst. Ibu misalnya, berwajah demikian, berambut hitam lurus, beriris mata cokelat, tinggi tubuhnya sedemikian, suaranya demikian, suka makan bakso, suka minum es teh, berjilbab jika keluar rumah, dst. Sementara mengenali perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan, yakni melakukan abstraksi, ia diperkenalkan kepada pahaman "manusia". Ketika itulah ia belajar juga tentang definisi, tentang penjelasan kata, ibu misalnya adalah manusia berambut hitam, bermata cokelat, dst. 

Sejenak ia mencermati definisi "ibu" tersebut. Berambut hitam misalnya, ada kalanya dapat membedakan seorang dari orang lain. Tapi ia ternyata tidak selalu dapat dipakai untuk membedakan seorang dari semua orang lain. "Berambut hitam", meskipun ciri yang melekat pada ibu, tapi melekat pula pada sebagian manusia selain ibu. 

Term semacam ini disebut sebagai ciri umum/accident. "Berambut hitam" adalah ciri umum, manusia, yang melekat pada ibu. 
###

Ia lalu merasa perlu menemukan ciri khas yang memisahkan ibu dari semua manusia selainnya, sekaligus memperbaiki definisi sebelumnya. Ia lalu mendapati beberapa term seperti menyusui waktu bayi, mengandung waktu janin, paling menyayangi, dst. Term-term ini tampaknya contoh yang memenuhi kriteria ciri khas ibu yang membedakan dari semua manusia lain. Term-term semacam ini tersebutlah sebagai ciri khusus/proprium (jamak: propria). 
###

Sebagian dari ciri khusus adalah ciri yang bahkan sulit dipisahkan dari pahaman sesuatu itu sendiri. Mengandung waktu janin misalnya, adalah ciri yang sangat lekat dengan pahaman "ibu". 

Ciri khusus yang demikian tersebutlah ciri pembeda/differentia.

3.3 diagram lengkap 

Pahaman-pahaman dalam benak manusia, seperti diketahui, dapat dipetakan untuk memudahkan pemahaman dan penyampaian. Segenap pahaman yang ada kemudian dapat dipetakan dengan sangat sederhana seperti berikut ini.

Diagram 3.5. Manusia (dan nonmanusia, tentunya)

Dalam diagram tersebut lingkaran mewakili semua objek pahaman. Objek-objek pahaman ada yang berupa manusia seperti ibu, ayah, kakak, Muhammad, Fatimah, dst. Ada pula objek-objek pahaman yang bukan manusia seperti batu, tanaman, matahari, Tuhan, malaikat, mustahil, tiada, dst.

Salah satu ciri khas diagram lengkap adalah menunjukkan term positif bersamaan dengan term negatifnya sekaligus. Diagram lengkap ditujukan menyampaikan adanya pahaman, "manusia" dan "bukan manusia" misalnya, tidak dimaksudkan menunjukkan posisi dan jumlahnya. Karenanya diagram tersebut dapat saja dinyatakan dengan berbagai cara, seperti berikut. 

Diagram 3.6. Manusia, alternatif 2

Diagram 3.7. Manusia, alternatif 3 
### 

Menarik dibaca: 
* Definisi, dalam buku "Logika", oleh Drs Mundiri
* Klasifikasi, ibid
* https://en.m.wikipedia.org/wiki/Definition

Senin, 22 Januari 2018

0. Mencari cinta

0. Mencari cinta

0.1 untuk apa belajar?

Pembahasan pada bab ini sebenarnya tak dimaksudkan sebagai bagian dari kajian logika. Namun ia adalah sebagian dari kajian akhlak, sedikit banyak terkait juga dengan pembahasan tauhid. Anggap saja sebagai bagian dari kerangka besar serangkaian tulisan.
###

Untuk apa ANDA belajar? Mungkin saya tidak perlu tahu untuk apa anda belajar. Namun saya yakin anda perlu tahu untuk apa anda belajar. Sangat aneh anda melakukan satu pekerjaan tapi anda tidak tahu untuk apa pekerjaan anda itu.

Sebagian orang mungkin belajar untuk beroleh materi. Mereka belajar agar punya keterampilan tentang cara beroleh keberlimpahan materi. Mereka berharap bahwa keberlimpahan materi itu kemudian membahagiakan.

Sebagian orang belajar mungkin untuk aktualisasi diri. Mereka belajar untuk beroleh kepuasan. Mereka ingin menunjukkan kepada segenap wujud bahwa mereka pandai. Pengakuan akan kepandaian, keserba-tahuan itu kemudian diharapkan membahagiakan.

Sebagian orang belajar mungkin untuk kebahagiaan abadi, akhirat. Seorang pasti tak akan berhasil di akhirat jika tak merencanakan dan melakukan tindakan tahap demi tahap sebaik mungkin untuk itu.

Saya mungkin tidak perlu tahu apa motif anda belajar. Saya pun tak bisa memaksa anda harus apa motif belajar anda. Itu benar-benar adalah wilayah anda, teritori kekuasaan anda.

Sejauh yang saya tahu, belajar adalah upaya menjawab satu dari dua pertanyaan berikut. Apa yang harusnya dicinta? Bagaimana cara mencinta? Dan tampaknya pertanyaan yang signifikan bagi manusia hanya berkutat di antara dua ini.

Dalam Islam, tanya-jawab tentang apa yang harus dicinta termasuk dalam kajian tauhid. Adapun dialektika tentang bagaimana mencinta termasuk dalam kajian akhlak. Pembahasan tentang apapun, dalam bidang apapun, dalam sudut pandang keislaman, pasti tak bisa dilepaskan dari kaitan dengan tauhid, atau dan akhlak.

 _Saat mata terpikat, kaki hanya ingin mendekat, apapun di antara hanya akan menyekat._

0.2 mengkhayalkan super akal

Model pembelajaran setidaknya ada 3 macam. Dua di antaranya berfokus pada pengembangan, penumbuhan akal. Satu yang lain berfokus pada pengolah rasa, hati.

Model pertama pembelajaran mengembangkan akal, benak, sedemikian sehingga ia menjadi alat yang efektif, alat yang sakti, untuk melayani apapun keinginan manusia, si empunya akal. Ketika si manusia adalah sosok yang menyenangi seni maka akal akan diarahkan untuk memiliki kemampuan untuk membuat, juga menilai karya seni, kemudian menjadi akal yang berkesenian. Ketika si manusia adalah sosok yang bersimpati dengan kesusahan yang dialami orang-orang, maka akal akan diarahkan menjadi penilai, perencana, juga konsultan aksi-aksi sosial. Ketika si manusia adalah sosok yang menggandrungi wirausaha maka akal akan diarahkan untuk mampu menganalisis, merencanakan jalan sebuah badan usaha, juga terampil mencari solusi bagi halangan-halangan dalam perkembangan badan usaha, kemudian menjadi mental pebisnis.

Bayangkan bahwa ada sebuah komputer super canggih dengan potensi menampung satu macam program dengan upgrade program berkelanjutan, dengan ekstensi program yang terus berkembang. Komputer ini bahkan selalu mengingatkan penggunanya untuk alternatif-alternatif masukan dan keluarannya. Apa jadinya jika komputer demikian diserahkan kepada penggila game, atau penikmat hoax, atau anak balita?

Model pembelajaran yang kedua adalah "pabrik pendidikan". Akal-akal, manusia-manusia, dalam model ini diasumsikan sebagai sama, seragam. Pemilik, atau penanggung jawab lembaga pendidikan, yang merupakan kepanjangan tangan pemilik, penguasa sistem kemasyarakatan,  berpendapat bahwa sebuah sistem pembelajaran harus punya standard-standard, acuan-acuan tentang masukan, proses, juga keluaran sistem dimaksud. Yang acuan-acuan itu sama sekali, atau hampir semuanya, tidak ditentukan oleh manusia-manusia yang menjalani proses pembelajaran. Manusia-manusia pada gilirannya hanya dipandang sebagai mesin-mesin, alat-alat, sarana-sarana untuk memenuhi tuntutan pemilik, penguasa sistem kemasyarakatan.

Bayangkan bahwa ada komputer super canggih yang jarang dipakai oleh pemiliknya, seringnya disewakan, seringnya disewakan murah.

Pada manusia, kecuali pada kasus-kasus khusus, akal mengalami penyempurnaan fungsi secara alamiah. Secara alamiah akal mencapai fungsi pencerapan dan pengolahan data, juga fungsi perencanaan aksi. Dua model pembelajaran di atas tampak tidak dimaksudkan untuk memberikan fungsi-fungsi tersebut, tapi lebih dimaksudkan mengarahkan fungsi-fungsi itu untuk memenuhi keinginan penggunanya.

Karena fungsi-fungsi itulah kemudian salah satu posisi akal bagi manusia adalah sebagai penasehat, pemberi masukan.
###

Dalam perjalanan manusia kadang didapati bahwa kebenaran yang didapati oleh akal tidak disenangi, atau hal yang dinilai salah oleh akal malah dilakukan. Model pembelajaran ketiga mempertanyakan hal ini, pun berupaya menyadarkan manusia akan ini.

Selain akal, ternyata manusia punya sarana hidup berupa hati. Dengan hati ini manusia menyuka dan membenci. Pada saat manusia mengejar apa yang disukai, ia berniat dalam hati. Inilah sebagian fungsi dasar hati.

Tidak seperti akal, hati tidak serta merta mencapai kesempurnaan fungsi-fungsinya seiring bertambahnya usia. Pencapaian fungsi-fungsi lanjut hati umumnya hanya dapat diraih dengan diawali pemilihan-pemilihan yang sadar tanpa paksaan. Model ini mengenalkan manusia bagaimana ia merasa, bagaimana mengarahkannya.

Model pembelajaran ketiga dapat dikatakan berhasil ketika pelajarnya kemudian menyukai apapun yang dibenarkan oleh akal dan membenci apapun yang disalahkan oleh akal.

Tahapan selanjutnya dari model pembelajaran ketiga ini dapat dikaji lebih lanjut melalui naskah-naskah atau diskusi-diskusi bertema akhlak yang sesuai.

0.3 manusia, (sayangnya) bukan penalar

Sering saya dapati dalam artikel-artikel atau buku-buku filsafat bahwa manusia digambarkan sebagai hewan rasional, binatang yang menalar. Dalam fase-fase tertentu gambaran, definisi, tersebut tampaknya akan sulit ditolak. Namun demikian, gambaran itu tetap tidak sama dengan cakupan kata "manusia". Coba kita perhatikan anak kecil dan bayi, yang notabene termasuk dalam kelas manusia. Akan sulit mengenali aktivitas "menalar" pada anak kecil, apalagi pada bayi.

Dengan demikian sifat dasar manusia sepertinya bukan pada penalarannya.

Yang lebih melekat pada manusia sepertinya adalah "menyadari" dan "merasa". Manusia menyadari wujud dirinya, wujud selain dirinya, juga menyenangi atau tak menyenangi. Ketika manusia mendapati bahwa ada wujud selain dirinya, ia seketika senang saat wujud itu bermanfaat, menyenangkan, ia tak senang seketika saat wujud itu tak bermanfaat, tak menyenangkan. Ia senang, misalnya, saat mendapatkan sensasi enak di lidahnya. Ia tak senang, misalnya, saat mendapati sensasi amat pahit di lidahnya. Ia senang saat tak terbebani, ia tak senang saat merasa terbebani. Manusia adalah tampaknya makhluk yang sadar sekaligus perasa.

Demikianlah, selanjutnya manusia belum, dan tak pernah memperjuangkan kebenaran, apa yang dicapai oleh penalaran. Ia lebih senang memperjuangkan apa-apa yang menyenangkan, apa yang dicapai oleh hati, selalu dan selamanya.

0.4 belajar dengan senang hati

Manusia pada awalnya, tampaknya juga seterusnya, mencinta dirinya. Karenanya, saat mendapati sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, yang menyenangkan, ia suka. Ketika berfokus pada rasa suka, manusia terkondisikan bersiap menyuka, menerima. Kadang bahkan bisa menerima ketaknyamanan, derita, hingga batas tertentu. Rasa suka beragam dalam intensitasnya, ada yang lemah dan ada yang kuat. Bisa juga rasa suka berubah intensitasnya. Rasa suka menguat seiring bertambahnya manfaat yang diperoleh, melemah seiring berkurangnya manfaat yang diperoleh.

Rasa suka yang sangat kuat, tersebutlah cinta. Saat manusia mencinta ia tak lagi mengenal keburukan pada apa yang dicinta. Kemudian cinta yang sangat kuat, tersebutlah penyembahan. Manusia yang menyembah mungkin tak lagi mengenal keburukan sama sekali.

Di sisi lain, saat manusia mendapati sesuatu mengurangi manfaat pada dirinya, yang tak menyenangkan, ia membenci. Saat membenci manusia bersiap, memposisikan diri untuk keburukan-keburukan, bersiap untuk hal-hal tak menyenangkan, menyambut derita. Semakin menguat benci, kadang sampai kepada antipati. Dengan antipati manusia tak akan dapat lagi melihat manfaat pada sesuatu, tiada lagi keindahan pada sesuatu sama sekali.

Dengan demikian, tak ada gunanya belajar dari sesuatu yang anda benci. Anda hanya akan beroleh derita, sakit.

Adapun terhadap hal yang baik menurut akal tapi tak baik menurut hati, benar tapi tak menyenangkan? Mungkin anda harus lebih dulu menghadirkan rasa suka sebelum mengajarkan hal tersebut kepada hati. Bersantailah sejenak. Makan santapan yang anda suka, atau datangi tempat yang anda suka, atau lakukan apa yang anda suka, dengan tak melanggar batas-batas Tuhan yang anda tahu. Karena bagaimanapun, anda tak akan mencapai kebaikan saat batas-batas Tuhan diabaikan.
###

Menarik dibaca:
*https://en.m.wikipedia.org/wiki/Education
*https://en.m.wikipedia.org/wiki/Rational_animal
*https://en.m.wikipedia.org/wiki/Love
*On Informing the Heart, dalam buku "Adab As-salat: The Disciplines of the Prayer", oleh Ayatullah Ruhullah Musawi Khomeini
*On Vivacity and Cheerfulness, ibid
*Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela, oleh Tetsuko Kuroyanagi
*Kurikulum 2013 Revisi 2017, buku elektronik oleh Harun Harosid
*https://www.kompasiana.com/bro_chris/filsafat-manusia-kajian-filosofis-tentang-siapakah-manusia_581aa41d947e619f3219600c#
*Man and Animals, dalam buku "Man and Universe", oleh Ayatullah Murtadha Mutahhari
*Pembahasan Kata, dalam buku "Logika", oleh Drs. Mundiri

Senin, 25 Desember 2017

2. Term

2. Kata dan term

2.1 kata

Kata adalah tanda atau rangkaian tanda minimal yang diungkapkan secara sengaja dan mengandung makna. "A" misalnya, atau "blablabla", adalah kata ketika itu mewakili sebuah makna yang ingin disampaikan oleh si pembuat. "Batu" misalnya, bukanlah sebuah kata ketika si pembuat dalam keadaan tak sadar saat mengungkapkannya.

Tanda dalam hal ini bisa berupa sesuatu yang dinyatakan langsung seperti bunyi dari organ tubuh (mulut, ketiak, tangan, dst), gerakan tangan, gerak mata, dst, bisa juga berupa sesuatu yang dinyatakan pada media, perantara, seperti tulisan, tumpukan batu, gambar, dst.

Untuk mengetahui makna yang ingin disampaikan melalui sebuah kata, secara tepat, mau tak mau si penerima harus merujuk, mengembalikannya, kepada si pembuat kata. Si penerima tak dapat menyalahkan si pembuat kata "batu" misalnya, ketika yang dimaksud dengan itu adalah sejenis makanan digoreng yang berbahan tepung terigu.

Namun demikian, dalam sebuah masyarakat biasanya ada kata-kata yang dianggap sebagai sesuatu yang dapat dipahami oleh semua orang dalam masyarakat itu. Kata-kata semacam ini biasanya tidak memerlukan penjelasan lagi.

2.2 term

Term adalah kata atau rangkaian kata yang mengungkapkan kesatuan pahaman atau kesatuan konsep. "Ayam", "seribu malam", "sebagian orang yang beranggapan bahwa bumi datar" adalah contoh-contoh term.

Dilihat dari kualitasnya term ada yang positif, ada yang negatif.

Term positif adalah term yang menyatakan, membenarkan adanya kualitas tertentu. Contohnya "orang", "makan nasi", "hidup bahagia", dst.

Sementara term negatif adalah term yang meniadakan, menolak sebuah kualitas tertentu. Contohnya "bukan orang", "tidak makan nasi", "tidak hidup bahagia", dst.

Dilihat dari pahaman kuantitas yang dikandungnya, term ada yang universal, ada yang partikular.

Term universal adalah term yang mengandung makna keseluruhan. Contohnya "cacing", "seluruh permukaan bumi", "Ali", dst.

Term partikular adalah term yang menyatakan pembatasan kuantitas pada hal yang ditunjuknya. Contohnya "sebagian cacing", "sebagian besar dari permukaan bumi", "sedikit orang", "sepuluh sapi", dst.

Term dalam logika selalu mewakili pahaman wujud, benda. Ia tidak pernah dimaksudkan mewakili pahaman kerja atau sifat. Contohnya "berdiri", dalam logika adalah mewakili pahaman wujud yang berdiri, atau benda yang berdiri. "Marah" misalnya, dalam logika adalah dimaksudkan mewakili pahaman wujud yang marah. "Di langit" misalnya, dalam logika adalah mewakili pahaman benda yang di langit. Hal ini akan menjadi lebih jelas pada pembahasan pernyataan, proposisi.
###

Menarik dibaca:
* https://en.m.wikipedia.org/wiki/Word
* Pembahasan Kata, dalam buku "Logika", oleh Drs. Mundiri

Selasa, 19 Desember 2017

1. Prelude

1. Prelude 

1.1 berita, benar, pengetahuan

Pembahasan dalam subbab ini terkait dengan "filsafat ilmu" atau "filsafat pengetahuan". Silahkan merujuk ke buku-buku yang sesuai untuk studi lebih jauh.

Berita dalam hal ini adalah hadirnya sesuatu dalam benak, akal, pikiran. Bisa tentang apa saja. Bisa tentang materi, seperti "Batu tenggelam di air." Bisa tentang immateri "Saya bersedih." Bisa tentang wujud di luar kita "Gunung Agung meletus hebat." Bisa tentang wujud dalam benak kita "Satu adalah lebih sedikit dari lima." Dst. Dst.

Berita biasanya terkait dengan kenyataan, baik kenyataan yang berada di luar diri maupun kenyataan dalam diri. Berita yang sesuai dengan kenyataan dikatakan bernilai benar. Sementara berita yang tak sesuai dengan kenyataan dikatakan salah.

Berita yang bernilai benar sering disebut sebagai pengetahuan.
Diagram 1.1 berpengetahuan

1.2 benak

Benak adalah alat immaterial yg dipakai oleh manusia, "saya", untuk merekam fakta, juga mengolah rekaman itu, juga merancang aksi menyikapi rekaman itu.

Fakta yg sampai pada kesadaran manusia secara otomatis terekam, terduplikasi, dalam benak. Baik fakta empiris seperti pohon, angin, semut, dst, atau fakta batiniah seperti sedih, mimpi, dst. Baik fakta sebagaimana fakta seperti pohon, sedih, dst, atau fakta yg hakikatnya adl berita atau rekaman tentang fakta seperti ungkapan "pohon", "sedih", dst.

Fakta yg hakikatnya berita bisa diperoleh melalui pendengaran atau pembacaan.

Pengolahan rekaman fakta oleh benak atas instruksi "saya" bisa berupa pengelompokan rekaman-rekaman sejenis, bisa berupa pemisahan rekaman-rekaman yg menurut "saya" tak sejenis, bisa berupa abstraksi rekaman-rekaman fakta, bisa berupa pembandingan rekaman-rekaman fakta, dst.
###

Ketika "saya" merasakan lapar, misalnya, maka "saya" bisa menggunakan benak untuk mengatasi rasa lapar tersebut. Mencari alternatif pangan, mencari wadah pangan, mengambil pangan, dst.

1.3 menalar

Ketika manusia, "saya", beroleh masalah, ia akan berkonsultasi kepada benak ihwal masalahnya. Ketika manusia beroleh pertanyaan "Apakah aku nanti mati?", misalnya. Ketika itulah "saya" meminta nasehat benak untuk menjawabnya. Benak kemudian mencari berita-berita/informasi-informasi yang tersimpan yang dianggap terkait dengan soalan tadi. Mengalurkan berita-berita itu yang berujung pada jawaban terhadap soalan yang ada. Seperti itulah menalar/berpikir.

Kualitas hasil penalaran sangat bergantung pada kualitas bahan penalaran, yakni berita-berita yang dipakai, juga pada validitas pengolahannya. Ketika yang dijadikan bahan penalaran adalah pengetahuan-pengetahuan, yakni berita-berita yang sesuai fakta, sementara pengolahannya valid, maka hasil dari penalaran akan setara nilainya dengan fakta. Sementara jika bahan penalaran yang dipakai adalah campuran antara pengetahuan dengan bukan pengetahuan, atau bukan pengetahuan semua, meskipun dengan pengolahan benak yang valid, maka buahnya tak akan dapat dinilai setara dengan fakta. Kualitas bahan penalaran adalah wilayah bahasan filsafat pengetahuan. Logika, bidang kajian yang akan dibahas dalam makalah ini adalah tentang validitas cara pengolahan dalam benak tersebut.

Penalaran ada 2 macam, deduksi dan induksi.

Deduksi adalah penilaian kasus khusus bersandar pada kasus umumnya. Contohnya, Amor mencuri, sementara mencuri adalah keburukan, maka Amor melakukan keburukan. Kebanyakan sidang di pengadilan, atau mungkin semuanya adalah upaya membuktikan penyimpulan semacam ini.

Induksi adalah upaya memperoleh hukum umum dari kasus2 khusus yang punya persamaan. Contohnya, besi memuai saat dipanaskan, air memuai saat dipanaskan, emas memuai saat dipanaskan, hidrogen memuai saat dipanaskan, maka kesimpulannya materi memuai saat dipanaskan.
###

Menarik dibaca:
*https://en.m.wikipedia.org/wiki/Epistemology
*https://en.m.wikipedia.org/wiki/Knowledge
*https://en.m.wikipedia.org/wiki/Reason
*https://en.m.wikipedia.org/wiki/Deductive_reasoning
*https://en.m.wikipedia.org/wiki/Inductive_reasoning
*Pendahuluan, dalam buku "Logika", oleh Drs. Mundiri

Selasa, 28 November 2017

AlMumtahanah:4

[27/11 5.26 AM] Saban Subiadi๐Ÿค—: (ู‚َุฏْ ูƒَุงู†َุชْ ู„َูƒُู…ْ ุฃُุณْูˆَุฉٌ ุญَุณَู†َุฉٌ ูِูŠ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…َุนَู‡ُ ุฅِุฐْ ู‚َุงู„ُูˆุง ู„ِู‚َูˆْู…ِู‡ِู…ْ ุฅِู†َّุง ุจُุฑَุขุกُ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูˆَู…ِู…َّุง ุชَุนْุจُุฏُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูƒَูَุฑْู†َุง ุจِูƒُู…ْ ูˆَุจَุฏَุง ุจَูŠْู†َู†َุง ูˆَุจَูŠْู†َูƒُู…ُ ุงู„ْุนَุฏَุงูˆَุฉُ ูˆَุงู„ْุจَุบْุถَุงุกُ ุฃَุจَุฏًุง ุญَุชَّู‰ٰ ุชُุคْู…ِู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ุฅِู„َّุง ู‚َูˆْู„َ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ู„ِุฃَุจِูŠู‡ِ ู„َุฃَุณْุชَุบْูِุฑَู†َّ ู„َูƒَ ูˆَู…َุง ุฃَู…ْู„ِูƒُ ู„َูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†ْ ุดَูŠْุกٍ ۖ ุฑَุจَّู†َุง ุนَู„َูŠْูƒَ ุชَูˆَูƒَّู„ْู†َุง ูˆَุฅِู„َูŠْูƒَ ุฃَู†َุจْู†َุง ูˆَุฅِู„َูŠْูƒَ ุงู„ْู…َุตِูŠุฑُ)
[Surat Al-Mumtahanah 4]

lewat @QuranAndroid
[27/11 5.35 AM] Saban Subiadi๐Ÿค—: Nyata ada untuk kalian satu contoh menarik pd Ibrahim dan mrk yg bersamanya saat mrk telah bilang kpd kaum mrk. "Kami sungguh berlepas dr kalian, juga dr apa yg kalian sembah dr selain Allah. Kami telah mengingkari kalian, dan tampak permusuhan juga kebencian antara kami dan kalian, selamanya. Hingga kalian beriman dg Allah saja." Kecuali pernyataan Ibrahim kpd ayahnya, "sy sungguh akan meminta ampunan untuk anda. Sementara apa yg sy punya untuk anda dr Allah, sedikit saja? Tuan kami, kpd Anda kami bersandar, dan menuju Anda kami kembali, dan menuju Anda sang akhir perjalanan."
[27/11 5.36 AM] Saban Subiadi๐Ÿค—: (ุฅِู†َّ ุฃَูˆْู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ู„َู„َّุฐِูŠู†َ ุงุชَّุจَุนُูˆู‡ُ ูˆَู‡َٰุฐَุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ۗ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَู„ِูŠُّ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ)
[Surat Ali 'Imran 68]

lewat @QuranAndroid
[27/11 5.38 AM] Saban Subiadi๐Ÿค—: Umat manusia yg sungguh lebih sesuai dg Ibrahim adl mrk yg mengikutinya, juga sang Nabi ini, juga mrk yg beriman. Sementara Allah adl penolong kaum beriman.
[27/11 5.39 AM] Saban Subiadi๐Ÿค—: (ูˆَุฅِุฐِ ุงุจْุชَู„َู‰ٰ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ุฑَุจُّู‡ُ ุจِูƒَู„ِู…َุงุชٍ ูَุฃَุชَู…َّู‡ُู†َّ ۖ ู‚َุงู„َ ุฅِู†ِّูŠ ุฌَุงุนِู„ُูƒَ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุฅِู…َุงู…ًุง ۖ ู‚َุงู„َ ูˆَู…ِู†ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูŠ ۖ ู‚َุงู„َ ู„َุง ูŠَู†َุงู„ُ ุนَู‡ْุฏِูŠ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ)
[Surat Al-Baqarah 124]

lewat @QuranAndroid
[27/11 5.43 AM] Saban Subiadi๐Ÿค—: Dan saat Tuannya telah menguji Ibrahim dg kata2 maka ia menyempurnakan itu. Dia telah bilang "Aku sungguh telah menjadikan anda imam bagi umat manusia." Ia telah bilang "juga dr keturunan sy?" Dia telah bilang "janjiKu tak berlaku untuk kaum zalim."
[27/11 5.45 AM] Saban Subiadi๐Ÿค—: (ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َٰู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ ู‚َุฏْ ุฃَูْู„َุญَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ * ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู…ْ ูِูŠ ุตَู„َุงุชِู‡ِู…ْ ุฎَุงุดِุนُูˆู†َ)
[Surat Al-Mu'minun 1 - 2]

lewat @QuranAndroid
[27/11 5.46 AM] Saban Subiadi๐Ÿค—: Dg nama Allah Pemurah Pengasih nyata telah berhasil kaum beriman, yg adalah kaum khusyuk dlm shalat mrk.