Beroleh Manfaat Al-Quran
Oleh Ayatullah Ruhullah Khomeini
Karena anda telah mengenal topik-topik dan sasaran-sasaran sang kitab ilahiah, seharusnya anda bersiap akan satu hal penting, dengan melakukannya pintu beroleh manfaat al-Quran akan terbuka bagi anda, jalur menuju pengetahuan dan hikmah akan terbuka lebar untuk anda. Yakni, memandang kitab cemerlang ini sebagai kitab pendidikan, buku pelajaran yang selayaknya anda beroleh manfaatnya, memandang bahwa tugas andalah belajar darinya. Belajar, mengajar, beroleh manfaat, dan memberi manfaat dengan al-Quran yang kami maksud bukanlah dalam hal ragam penulisan, pembentukan kalimat, dan morfologinya, bukan pula kefasihan dan retorikanya atau poin-poin keindahannya, bukan pula tentang cerita-cerita, kisah-kisah, dan episode-episodenya dari sudut pandang sejarah untuk beroleh berita tentang bangsa-bangsa di masa lalu. Tak satupun darinya adalah sasaran al-Quran, bahkan semua itup berada jauh dari sasaran kitab ilahiah ini.
Kenyataan bahwa manfaat yang kami dapatkan dari kitab besar ini sangat sedikit adalah karena kami biasanya tidak memandangnya sebagai buku pelajaran dan pendidikan. Kami membaca al-Quran untuk beroleh pahalanya. Makanya kami hanya memperhatikan intonasi saat membacanya. Kami ingin bacaan kami sempurna dan benar sehingga beroleh pahala, lalu kami berhenti pada itu dan berpuas diri dengannya. Demikianlah, kami menghabiskan sekira empat puluh tahun usia membaca al-Quran tanpa beroleh manfaat darinya, kecuali mungkin pahala bacaannya. Jika kami benar memandang kepada sisi pembelajaran dan pendidikannya, kami menyibukkan diri dengan kefasihan dan pembentukan baitbaitnya juga sisi-sisi kemukjizatannya, atau bahkan sesuatu yang lebih tinggi, kami menyibukkan diri dengan sejarah-sejarah yang dinukilnya, kesempatan-kesempatan pewahyuan ayat-ayatnya, waktuwaktu turunnya, surah mana atau ayat-ayat mana yang diwahyukan di Makkah dan mana yang diwahyukan di Madinah, ragam bacaan dan penafsirannya di kalangan sunnah dan syiah, juga ihwal sekunder lain-lainnya yang sebenarnya di luar sasaran utama al-Quran dan semua itu menyebabkan kami terhalang dari al-Quran dan mengabaikan zikir akan Allah. Bahkan para penafsir al-Quran kita sangat tertarik dengan satu atau beberapa dari ihwal yang telah disampaikan tadi, tanpa membukakan pintu pembelajaran bagi umat manusia.
Penulis ini percaya bahwa sampai sejauh ini tidak ada tafsir yang telah dituliskan untuk sang kitab Allah. Hal ini karena secara umum, menuliskan tafsir satu kitab berarti menjelaskan sasaran-sasaran kitab itu dan mengarahkan perhatian pembaca kepada apa yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Kitab mulia ini, yang Allah sang Mulia nyatakan sebagai kitab bimbingan dan pembelajaran, juga cahaya jalan safir manusia, tafsirnya harusnya menunjukkan dalam tiap kisahnya, atau bahkan dalam tiap ayatnya, panduan yang jelas kepada alam gaib, menunjukkan pula kepada para pembacanya jalan kebahagiaan, hikmah, dan kemanusiaan. Seorang mufassir adalah dia yang menyampaikan kepada kita apa “sasaran” dari apa yang diwahyukan, bukan “kapan” ia diwahyukan sebagaimana dijelaskan pada tafsir-tafsir yang ada. Dalam kisah Adam-Hawa dan ihwal mereka dengan iblis misalnya, dari saat penciptaan mereka hingga diturunkannya mereka ke bumi, kisah yang diulang oleh Allah beberapa kali dalam al-Quran, ada banyak sekali hikmah tersurat dan tersirat juga peringatan-peringatan, ia juga mengingatkan kita akan banyak sekali cacat-cacat ruhani dan sifat-sifat setani, juga banyak kesempurnaan-kesempurnaan jiwa dan pengetahuan manusia, yang itu semua masih kita abaikan.
Pendek kata, kitab Allah adalah kitab hikmah dan akhlak, dan satu seruan kepada bahagia dan kesempurnaan. Makanya, tafsir-tafsirnya harusnya juga buku tentang hikmah ilahiah dan akhlak, menjelaskan sudut pandang hikmah ilahiah dan moral, juga sudut-sudut lain dari seruan kepada bahagia. Pembedah al-Quran yang mengabaikan poin-poin ini, menyepelekannya atau tak menyematkan pentingnya hal itu, pada hakikatnya mengabaikan sasaran al-Quran dan tujuan pokok pewahyuan kitab-kitab suci dan pengutusan para rasul. Ini kesalahan fatal yang menghalangi umat manusia selama berabad-abad dari beroleh manfaat al-Quran agung, dan itu memblokir jalan pembimbingan di hadapan mereka. Kita harusnya belajar sasaran pewahyuan al-Quran— kesampingkan dulu sudut-sudut pandang intelektual dan argumentatif, yang coba menunjukkan sasaran al-Quran dengan jalannya masing-masing—dari al-Quran sendiri. Penulis buku pastinya lebih tahu sasaran yang ia maksud. Karena itu, mari kita tengok sekilas pada apa yang disampaikan oleh sang Penulis kitab ini ihwal al-Quran. Dia bilang “Itulah sang kitab, tiada keraguan di dalamnya, panduan bagi kaum bertakwa,” (al-Quran, 2:2) Dia menggambarkan kitabNya sebagai kitab panduan. Dalam satu surah pendek Dia mengulangi hal itu dengan “Dan nyata telah Kami mudahkan al-Quran untuk zikir, maka adakah sebagian yang peduli?” (al-Quran, 54:17) Dia berkata “...Dan Kami turunkan kepada anda sang zikir untuk anda menjelaskan kepada umat manusia apa yang diturunkan untuk mereka dan mudah-mudahan mereka merenungkan.” (alQuran, 16:44) juga “Kitab yang diturunkanNya kepada anda, terberkati, untuk mereka renungi ayat-ayatnya, dan supaya merenungkan kaum yang paham.” (al-Quran, 38:29) juga banyak ayat lain, yang penyebutannya akan menjadikan panjang lebar.
Pendapat kami ini bukan bermaksud mengkritik tafsir-tafsir yang ada, karena masing-masing penulisnya telah menanggung banyak kepayahan dan berupaya dengan keras untuk menulis buku tafsirnya, semoga Allah memberkati mereka dan memberi mereka pahala yang baik. Niatan kami adalah bilang bahwa pintu beroleh manfaat dari kitab ini harus dibuka di hadapan umat manusia, yang itu adalah satu-satunya yang mengarahkan kepada Allah dan satu-satunya yang mendidik jiwa-jiwa dengan adab-adab dan hukum-hukum ilahiah, sarana terbaik yang menghubungkan makhluk dan Pencipta, sang pegangan kokoh dan tali kuat dalam keterikatan pada kuasa ilahiah. Biarlah kaum terpelajar dan para pengkaji menulis tafsir-tafsir dalam bahasa Persia dan bahasa Arab dengan tujuan menjelaskan pelajaran-pelajaran dan panduan-panduan irfan dan akhlak, menunjukkan jalan yang menghubungkan makhluk kepada sang Pencipta, juga menguraikan hijrah dari rumah kepalsuan menuju rumah kesenangan dan keabadian, sesuai apa yang tersimpan dalam kitab mulia ini. Sang Penulis kitab ini bukanlah as-Sakkaki atau sang Syaikh, yang tujuannya adalah kefasihan dan retorika, bukan pula Dia Sibawayh atau al-Khalil, yang tujuannya adalah tata bahasa dan pembentukan kalimat benar, bukan pula Dia al-Masudi atau bin Khillakan, yang tujuannya adalah berkutat dengan sejarah dunia. Kitab ini tidak seperti tongkatnya Musa atau tangan putihnya, bukan pula ia seperti nafas Isa yang mampu membangkitkan orang mati (dengan izin Allah), yang diturunkan hanya sebagai mukjizat untuk membuktikan benarnya kenabian sang Nabi suci. Kitab ilahiah ini, faktanya, adalah kitab yang menghidupkan hati dengan hidup abadi dan hikmah ilahiah. Ia adalah kitab Allah yang menyeru kepada ihwal ilahiah. Makanya, pembedahnya harusnya mengajarkan ihwal-ihwal ilahiah ini kepada umat manusia, dan umat manusia harusnya merujuk kepada ulasan-ulasan ini untuk belajar ihwal-ihwal tadi, sehingga mereka dapat beroleh manfaat “Dan Kami turunkan dari al-Quran apa-apa yang adalah penyembuh dan kasih bagi kaum beriman, dan tidak menambahkan bagi kaum zalim selain kerugian.” (al-Quran, 17:82) Kutukan apakah yang lebih berat dari bahwa kita terus membaca kitab ilahiah ini selama tiga puluh atau empat puluh tahun juga merujuk kepada tafsir-tafsirnya, namun kita tak mendapati tujuan-tujuan yang diinginkannya? “Pemelihara kami! Kami menzalimi diri-diri kami, dan jika Anda tak mengampuni kami dan mengasihi kami pastilah jadinya kami bagian kaum merugi.” (al-Quran, 7:23)
Mereka yang berjuang dalam Kami pasti akan Kami sampaikan kepada jalan-jalan Kami. Dan Allah sungguh bersama para pelaku kebaikan.
Label
- AlQuran (26)
- Filsafat (10)
- epistemologi (10)
- Akhlak (9)
- Tauhid (9)
- Logika (8)
- Misbah Yazdi (8)
- etika (3)
- pengetahuan (3)
- idea (2)
- kognisi (2)
- nilai (2)
- Hukum (1)
- abstraksi (1)
- diri (1)
- empiris (1)
- fakta (1)
- ideal (1)
- ilmu hudhuri (1)
- ilmu husuli (1)
- imaterial (1)
- inderawi (1)
- kenyataan (1)
- materialisme (1)
- mental (1)
- metafisika (1)
- nilai pengetahuan (1)
- pembenaran (1)
- pemikiran (1)
- pengetahuan akli (1)
- pengetahuan inderawi (1)
- pengetahuan langsung (1)
- pengetahuan tak langsung (1)
- positifis (1)
- positivisme (1)
- rasionalis (1)
- realita (1)
- universal (1)
Selasa, 31 Oktober 2017
Ali Imran:164
(لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ)
[Surat Ali 'Imran 164]
lewat @QuranAndroid
Nyata Allah telah mengkaruniakan kpd kaum beriman saat telah membangkitkan dalam mrk seorang rasul dr kalangan mrk. Ia akan membacakan kpd mrk ayat2Nya, juga akan mensucikan mrk, juga akan mengajari mrk sang kitab dan sang hikmah, dan meski keadaan mrk sebelumnya dr sungguh dalam sesat yg nyata. (Ali Imran:164)
(لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ * تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ)
[Surat Al-Waqi'ah 79 - 80]
lewat @QuranAndroid
Sang rasul tak akan memulai pengajaran sang kitab dan sang hikmah, tak akan menyentuhkan seorang kpd alquran sementara seorang itu belum tersucikan. Perhatikan bahwa hal ini oleh alquran dibedakan dr membacakan ayat2Nya.
Semua tahapan yg disebutkan, yakni pembacaan ayat2Nya, juga pensucian, juga pengajaran sang kitab dan sang hikmah, mensyaratkan keimanan, hakikat keimanan.
(هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ)
[Surat Al-Jumu'ah 2]
lewat @QuranAndroid
Sepertinya juga mensyaratkan hakikat buta huruf, buta huruf secara maknawi.
[Surat Ali 'Imran 164]
lewat @QuranAndroid
Nyata Allah telah mengkaruniakan kpd kaum beriman saat telah membangkitkan dalam mrk seorang rasul dr kalangan mrk. Ia akan membacakan kpd mrk ayat2Nya, juga akan mensucikan mrk, juga akan mengajari mrk sang kitab dan sang hikmah, dan meski keadaan mrk sebelumnya dr sungguh dalam sesat yg nyata. (Ali Imran:164)
(لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ * تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ)
[Surat Al-Waqi'ah 79 - 80]
lewat @QuranAndroid
Sang rasul tak akan memulai pengajaran sang kitab dan sang hikmah, tak akan menyentuhkan seorang kpd alquran sementara seorang itu belum tersucikan. Perhatikan bahwa hal ini oleh alquran dibedakan dr membacakan ayat2Nya.
Semua tahapan yg disebutkan, yakni pembacaan ayat2Nya, juga pensucian, juga pengajaran sang kitab dan sang hikmah, mensyaratkan keimanan, hakikat keimanan.
(هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ)
[Surat Al-Jumu'ah 2]
lewat @QuranAndroid
Sepertinya juga mensyaratkan hakikat buta huruf, buta huruf secara maknawi.
Senin, 30 Oktober 2017
AlWaqi ah:79-80
(لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ * تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ)
[Surat Al-Waqi'ah 79 - 80]
lewat @QuranAndroid
Tidak menyentuhnya kecuali kaum yg disucikan. Curahan dr Tuan semua alam. (AlWaqi ah:79-80)
Rangkaian ayat ini biasanya disandingkan dg bagian akhir alAhzab:33 (saja)
(وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا)
[Surat Al-Ahzab 33]
lewat @QuranAndroid
...Allah hanya ingin menghilangkan noda dr kalian, ahlul bait, dan akan mensucikan kalian sesucinya. (AlAhzab:33)
Secara tak sadar sebagian orang kemudian terdoktrin bahwa menyentuh alquran, yakni memahaminya, hanya terbatas pada Nabi saw dan keluarganya.
Benar bahwa gurunya alquran bagi umat manusia adalah para sosok mulia tsb. Tapi mustahilkah umat manusia yg lain mengikuti mereka, menjadi suci seperti mrk, menjadi penyentuh alquran seperti mrk?
Sementara...
(قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ)
[Surat Ali 'Imran 31]
lewat @QuranAndroid
Katakan... Jika kalian mencinta Allah maka ikuti saya, Allah akan mencinta kalian juga mengampuni untuk kalian dosa2 kalian... Dan Allah pengampun pengasih. (Ali Imran:31)
Bukankah bersih dr dosa2 adl tersucikan itu sendiri? Bukankah "kalian" di sini adl setiap yg membaca ayat ini?
(قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ)
[Surat Al-Hijr 56]
lewat @QuranAndroid
Dia berkata... Dan tiada yg akan berputus asa dr kasih Tuannya kecuali kaum sesat. (AlHijr:56)
Ketika kemudian kesucian adalah sesuatu yg jauh...dlm pandangan qta
(إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَىٰ ۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ)
[Surat Al-Muzzammil 20]
lewat @QuranAndroid
...maka bacalah oleh kalian apa yg mudah dr alquran...(alMuzzammil:20)
Mungkin maksudnya renungkanlah ungkapan2 alquran yg terjangkau pengetahuan kalian. Lakukan perintah yg tak menyulitkan kalian.
Allah mengajarkan, menunjukkan bagaimana menjadi optimis. Allah tau posisi kalian di mana, kalian jauh dr posisi suci. Tapi Dia menunjukkan seperti apa kesucian, sementara menjanjikan bahwa kesucian itu bukanlah kemustahilan untuk kalian. Allah percaya qta bisa. Apakah qta tak percaya bahwa qta bisa?
[Surat Al-Waqi'ah 79 - 80]
lewat @QuranAndroid
Tidak menyentuhnya kecuali kaum yg disucikan. Curahan dr Tuan semua alam. (AlWaqi ah:79-80)
Rangkaian ayat ini biasanya disandingkan dg bagian akhir alAhzab:33 (saja)
(وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا)
[Surat Al-Ahzab 33]
lewat @QuranAndroid
...Allah hanya ingin menghilangkan noda dr kalian, ahlul bait, dan akan mensucikan kalian sesucinya. (AlAhzab:33)
Secara tak sadar sebagian orang kemudian terdoktrin bahwa menyentuh alquran, yakni memahaminya, hanya terbatas pada Nabi saw dan keluarganya.
Benar bahwa gurunya alquran bagi umat manusia adalah para sosok mulia tsb. Tapi mustahilkah umat manusia yg lain mengikuti mereka, menjadi suci seperti mrk, menjadi penyentuh alquran seperti mrk?
Sementara...
(قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ)
[Surat Ali 'Imran 31]
lewat @QuranAndroid
Katakan... Jika kalian mencinta Allah maka ikuti saya, Allah akan mencinta kalian juga mengampuni untuk kalian dosa2 kalian... Dan Allah pengampun pengasih. (Ali Imran:31)
Bukankah bersih dr dosa2 adl tersucikan itu sendiri? Bukankah "kalian" di sini adl setiap yg membaca ayat ini?
(قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ)
[Surat Al-Hijr 56]
lewat @QuranAndroid
Dia berkata... Dan tiada yg akan berputus asa dr kasih Tuannya kecuali kaum sesat. (AlHijr:56)
Ketika kemudian kesucian adalah sesuatu yg jauh...dlm pandangan qta
(إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَىٰ ۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ)
[Surat Al-Muzzammil 20]
lewat @QuranAndroid
...maka bacalah oleh kalian apa yg mudah dr alquran...(alMuzzammil:20)
Mungkin maksudnya renungkanlah ungkapan2 alquran yg terjangkau pengetahuan kalian. Lakukan perintah yg tak menyulitkan kalian.
Allah mengajarkan, menunjukkan bagaimana menjadi optimis. Allah tau posisi kalian di mana, kalian jauh dr posisi suci. Tapi Dia menunjukkan seperti apa kesucian, sementara menjanjikan bahwa kesucian itu bukanlah kemustahilan untuk kalian. Allah percaya qta bisa. Apakah qta tak percaya bahwa qta bisa?
Selasa, 24 Oktober 2017
AlHasyr:9
(وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)
[Surat Al-Hasyr 9]
lewat @QuranAndroid
Dan mereka yang mendiami sang kota dan sang iman dari sebelum mereka mencinta siapa yang berhijrah menuju mereka. Sementara tiada dalam dada2 mrk keperluan sedikitpun kpd apa yg diberi, mrk juga mengutamakan di atas diri2 mrk sendiri meski keadaan mrk susah. Dan siapa yg terpelihara dr kekikiran dirinya maka itu adl kaum berhasil. (AlHasyr:9)
*Dan mereka yg mendiami sang kota dan sang iman dr sebelum mrk*. Sang kota tampaknya merujuk kpd berikut ini
(يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ)
[Surat Ghafir 39]
lewat @QuranAndroid
Hai kaumku kehidupan dunia ini hanya bekal, dan akhirat sungguh adl kota yg permanen. (Ghafir:39)
Adapun tentang "dr sebelum mrk" tampaknya merujuk kpd ini
(وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ * أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ)
[Surat Al-Waqi'ah 10 - 11]
lewat @QuranAndroid
Dan para pendahulu. Para pendahulu itulah kaum yg didekatkan (AlWaqi ah:10-11)
*mencinta siapa yang berhijrah menuju mereka.*. Ini sepertinya terkait ayat berikut.
(وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا)
[Surat An-Nisa' 100]
lewat @QuranAndroid
...dan siapa akan keluar dr rumahnya, musfir, menuju Allah dan rasulNya...(anNisa:100)
Tapi dlm ayat tsb yg dituju oleh musafir, selain Allah, adalah rasul (tunggal) sedangkan dlm pembahasan yg dituju adl jamak. Jadi? Mungkin yg berikut akan menjawab.
(مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا)
[Surat Al-Fath 29]
lewat @QuranAndroid
...dan mrk yg bersamanya tegas kpd para pengingkar, saling mengasihi di antara mrk...(alFath:29)
*Sementara tiada dalam dada2 mrk keperluan sedikitpun kpd apa yg diberi, mrk juga mengutamakan di atas diri2 mrk sendiri meski keadaan mrk susah. * Ini kurang lebih seperti...
(وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا)
[Surat Al-Insan 8 - 9]
lewat @QuranAndroid
Dan mrk akan memberi makanan atas kecintaanNya seorang miskin, juga seorang yatim, juga seorang tawanan. "Kami memberi makan kalian semata untuk wajah Allah. Kami tak berharap dr kalian balasan, tidak pula terima kasih." (AlInsan:8-9)
Perhatikan kaum yg dikisahkan, mereka "memberi makanan" bukan "memberi sebagian makanan".
Khusus terkait "keadaan mrk susah" mungkin juga terkait dg...
(إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ)
[Surat Al-Qashash 56]
lewat @QuranAndroid
Anda sungguh tak akan menyampaikan siapa yg anda cinta, tapi Allah yg menyampaikan siapa yg Dia mau. Dan Dia lebih tau kaum yg lurus. (AlQashash:56)
Nabi, juga kaum yg bersamanya, tidak punya otoritas tentang siapa yg akan sampai kepada jalan lurus.
[Surat Al-Hasyr 9]
lewat @QuranAndroid
Dan mereka yang mendiami sang kota dan sang iman dari sebelum mereka mencinta siapa yang berhijrah menuju mereka. Sementara tiada dalam dada2 mrk keperluan sedikitpun kpd apa yg diberi, mrk juga mengutamakan di atas diri2 mrk sendiri meski keadaan mrk susah. Dan siapa yg terpelihara dr kekikiran dirinya maka itu adl kaum berhasil. (AlHasyr:9)
*Dan mereka yg mendiami sang kota dan sang iman dr sebelum mrk*. Sang kota tampaknya merujuk kpd berikut ini
(يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ)
[Surat Ghafir 39]
lewat @QuranAndroid
Hai kaumku kehidupan dunia ini hanya bekal, dan akhirat sungguh adl kota yg permanen. (Ghafir:39)
Adapun tentang "dr sebelum mrk" tampaknya merujuk kpd ini
(وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ * أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ)
[Surat Al-Waqi'ah 10 - 11]
lewat @QuranAndroid
Dan para pendahulu. Para pendahulu itulah kaum yg didekatkan (AlWaqi ah:10-11)
*mencinta siapa yang berhijrah menuju mereka.*. Ini sepertinya terkait ayat berikut.
(وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا)
[Surat An-Nisa' 100]
lewat @QuranAndroid
...dan siapa akan keluar dr rumahnya, musfir, menuju Allah dan rasulNya...(anNisa:100)
Tapi dlm ayat tsb yg dituju oleh musafir, selain Allah, adalah rasul (tunggal) sedangkan dlm pembahasan yg dituju adl jamak. Jadi? Mungkin yg berikut akan menjawab.
(مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا)
[Surat Al-Fath 29]
lewat @QuranAndroid
...dan mrk yg bersamanya tegas kpd para pengingkar, saling mengasihi di antara mrk...(alFath:29)
*Sementara tiada dalam dada2 mrk keperluan sedikitpun kpd apa yg diberi, mrk juga mengutamakan di atas diri2 mrk sendiri meski keadaan mrk susah. * Ini kurang lebih seperti...
(وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا)
[Surat Al-Insan 8 - 9]
lewat @QuranAndroid
Dan mrk akan memberi makanan atas kecintaanNya seorang miskin, juga seorang yatim, juga seorang tawanan. "Kami memberi makan kalian semata untuk wajah Allah. Kami tak berharap dr kalian balasan, tidak pula terima kasih." (AlInsan:8-9)
Perhatikan kaum yg dikisahkan, mereka "memberi makanan" bukan "memberi sebagian makanan".
Khusus terkait "keadaan mrk susah" mungkin juga terkait dg...
(إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ)
[Surat Al-Qashash 56]
lewat @QuranAndroid
Anda sungguh tak akan menyampaikan siapa yg anda cinta, tapi Allah yg menyampaikan siapa yg Dia mau. Dan Dia lebih tau kaum yg lurus. (AlQashash:56)
Nabi, juga kaum yg bersamanya, tidak punya otoritas tentang siapa yg akan sampai kepada jalan lurus.
Senin, 23 Oktober 2017
AlAn am:119-122
[13/10 7.26 PM] Saban Subiadi🤗: (وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ)
[Surat Al-An'am 119]
lewat @QuranAndroid
[13/10 7.33 PM] Saban Subiadi🤗: Dan apa yg kalian punya bahwa kalian tak memakan sebagian apa yg telah dibacakan padanya nama Allah, sementara nyata telah dibedakan bagi kalian apa2 yg terlarang bg kalian kecuali apa yg dipaksakan untuk kalian menujunya. Dan kebanyakan sungguh sesat dg hasrat2 mereka, dg sesuatu selain pengetahuan. Tuan anda sungguh adl lebih tau dg para pelampau batas.
[14/10 5.16 AM] Saban Subiadi🤗: Bagian awal ayat ini adl tentang sebagian org yg enggan makan hewan sembelihan yg sah dg alasan2 mengada2, sementara Allah telah menunjukkan dg jelas mana yg boleh, mana yg terlarang.
[14/10 5.22 AM] Saban Subiadi🤗: Ungkapan ما لكم scr harfiah adl "apa untuk kalian", maksud yg ingin disampaikan adl "kalian tak punya dalil untuk apa yg kalian lakukan selain mengada2"
[14/10 5.26 AM] Saban Subiadi🤗: Mengikuti hasrat, yg itu sama dg mengikuti sesuatu selain pengetahuan, yg itu bertentangan dg fakta, pasti akan menghalangi dr tujuan alamiah manusia yakni menyempurna, pasti sesat.
[14/10 5.28 AM] Saban Subiadi🤗: Yg demikian itu, yakni mengikuti hasrat, disebut sebagai melampaui batas Allah.
[14/10 4.21 PM] Saban Subiadi🤗: Nambah sedikit, فَصًلَ scr harfiah "Dia telah mempasalkan", sy pahami sbg Dia memisahkan, atau Dia telah menjelaskan, atau Dia telah membedakan.
[16/10 7.43 PM] Saban Subiadi🤗: (وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا يَقْتَرِفُونَ)
[Surat Al-An'am 120]
lewat @QuranAndroid
[16/10 7.45 PM] Saban Subiadi🤗: Dan tinggalkan lahiriah dosa, juga batiniahnya. Mrk yg akan mengupayakan dosa sungguh nanti akan diupah dg apa yg biasa mrk lakukan.
[16/10 7.48 PM] Saban Subiadi🤗: Batiniah dosa ada yg tau? Di ranah barzakhi apa di ranah qalbu apa? Hayo...
[17/10 6.25 AM] Dede Rislah: Dosa batiniah itu gmn?
[17/10 6.25 AM] Dede Rislah: Niat2 buruk?
[17/10 7.25 PM] Saban Subiadi🤗: Ranah barzakhi adl tempatnya pengetahuan, wujud kebiasaan dan sifat. Tapi ayat di atas sptinya tidak merujuk kpd ranah ini.
[17/10 8.03 PM] Saban Subiadi🤗: (قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ)
[Surat Al-A'raf 33]
lewat @QuranAndroid
[17/10 8.05 PM] Saban Subiadi🤗: Batiniah dosa menurut ayat ini adl mensekutukan Allah.
[17/10 8.18 PM] Saban Subiadi🤗: (وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ)
[Surat Al-An'am 121]
lewat @QuranAndroid
[17/10 8.23 PM] Saban Subiadi🤗: Dan jangan kalian makan dr apa yg tak dibacakan nama Allah padanya. Dan itu sungguh biadab. Dan para setan sungguh berbisik menuju para penolong mrk untuk mendebat kalian. Dan jika kalian mentaati mrk kalian sungguh kaum yg mensekutukan.
[18/10 5.23 AM] Saban Subiadi🤗: Ternyata wahyu bukan hanya dr Allah, para setan juga bisa ليوحون mewahyukan...
[18/10 5.27 AM] Saban Subiadi🤗: Bedanya. Klo seorang ikut wahyu setan akan jadi musyrik
[18/10 5.47 PM] Saban Subiadi🤗: (أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)
[Surat Al-An'am 122]
lewat @QuranAndroid
[18/10 5.52 PM] Saban Subiadi🤗: Dan apakah siapa yg adl mayat lalu Kami menghidupkannya sementara Kami jadikan baginya cahaya, ia berjalan dgnya di antara para manusia seperti siapa yg perumpamaannya dlm sekian kegelapan, tiada keluar darinya? Demikianlah dijadikan indah bagi para pengingkar apa yg biasa mereka lakukan.
[18/10 6.07 PM] Saban Subiadi🤗: Sy cukup kesulitan menerjemah ليس بخارج منها krn model spt ini ndak ada dlm bahasa indo. Kira2 sy pahami "tiada dg aktualisasi keluar darinya" atau "tiada upaya keluar darinya". Model bahasanya sama dg bagian akhir tasbih rukuk (juga sujud). سبحان ربي العظيم وبحمده . Suci Tuanku sang hebat, juga dg pujiNya. Dlm pahaman sy ... Juga dg upaya memujiNya.
[18/10 6.13 PM] Saban Subiadi🤗: Atau ... Juga dg aktualisasi memujiNya.
[Surat Al-An'am 119]
lewat @QuranAndroid
[13/10 7.33 PM] Saban Subiadi🤗: Dan apa yg kalian punya bahwa kalian tak memakan sebagian apa yg telah dibacakan padanya nama Allah, sementara nyata telah dibedakan bagi kalian apa2 yg terlarang bg kalian kecuali apa yg dipaksakan untuk kalian menujunya. Dan kebanyakan sungguh sesat dg hasrat2 mereka, dg sesuatu selain pengetahuan. Tuan anda sungguh adl lebih tau dg para pelampau batas.
[14/10 5.16 AM] Saban Subiadi🤗: Bagian awal ayat ini adl tentang sebagian org yg enggan makan hewan sembelihan yg sah dg alasan2 mengada2, sementara Allah telah menunjukkan dg jelas mana yg boleh, mana yg terlarang.
[14/10 5.22 AM] Saban Subiadi🤗: Ungkapan ما لكم scr harfiah adl "apa untuk kalian", maksud yg ingin disampaikan adl "kalian tak punya dalil untuk apa yg kalian lakukan selain mengada2"
[14/10 5.26 AM] Saban Subiadi🤗: Mengikuti hasrat, yg itu sama dg mengikuti sesuatu selain pengetahuan, yg itu bertentangan dg fakta, pasti akan menghalangi dr tujuan alamiah manusia yakni menyempurna, pasti sesat.
[14/10 5.28 AM] Saban Subiadi🤗: Yg demikian itu, yakni mengikuti hasrat, disebut sebagai melampaui batas Allah.
[14/10 4.21 PM] Saban Subiadi🤗: Nambah sedikit, فَصًلَ scr harfiah "Dia telah mempasalkan", sy pahami sbg Dia memisahkan, atau Dia telah menjelaskan, atau Dia telah membedakan.
[16/10 7.43 PM] Saban Subiadi🤗: (وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا يَقْتَرِفُونَ)
[Surat Al-An'am 120]
lewat @QuranAndroid
[16/10 7.45 PM] Saban Subiadi🤗: Dan tinggalkan lahiriah dosa, juga batiniahnya. Mrk yg akan mengupayakan dosa sungguh nanti akan diupah dg apa yg biasa mrk lakukan.
[16/10 7.48 PM] Saban Subiadi🤗: Batiniah dosa ada yg tau? Di ranah barzakhi apa di ranah qalbu apa? Hayo...
[17/10 6.25 AM] Dede Rislah: Dosa batiniah itu gmn?
[17/10 6.25 AM] Dede Rislah: Niat2 buruk?
[17/10 7.25 PM] Saban Subiadi🤗: Ranah barzakhi adl tempatnya pengetahuan, wujud kebiasaan dan sifat. Tapi ayat di atas sptinya tidak merujuk kpd ranah ini.
[17/10 8.03 PM] Saban Subiadi🤗: (قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ)
[Surat Al-A'raf 33]
lewat @QuranAndroid
[17/10 8.05 PM] Saban Subiadi🤗: Batiniah dosa menurut ayat ini adl mensekutukan Allah.
[17/10 8.18 PM] Saban Subiadi🤗: (وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ)
[Surat Al-An'am 121]
lewat @QuranAndroid
[17/10 8.23 PM] Saban Subiadi🤗: Dan jangan kalian makan dr apa yg tak dibacakan nama Allah padanya. Dan itu sungguh biadab. Dan para setan sungguh berbisik menuju para penolong mrk untuk mendebat kalian. Dan jika kalian mentaati mrk kalian sungguh kaum yg mensekutukan.
[18/10 5.23 AM] Saban Subiadi🤗: Ternyata wahyu bukan hanya dr Allah, para setan juga bisa ليوحون mewahyukan...
[18/10 5.27 AM] Saban Subiadi🤗: Bedanya. Klo seorang ikut wahyu setan akan jadi musyrik
[18/10 5.47 PM] Saban Subiadi🤗: (أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)
[Surat Al-An'am 122]
lewat @QuranAndroid
[18/10 5.52 PM] Saban Subiadi🤗: Dan apakah siapa yg adl mayat lalu Kami menghidupkannya sementara Kami jadikan baginya cahaya, ia berjalan dgnya di antara para manusia seperti siapa yg perumpamaannya dlm sekian kegelapan, tiada keluar darinya? Demikianlah dijadikan indah bagi para pengingkar apa yg biasa mereka lakukan.
[18/10 6.07 PM] Saban Subiadi🤗: Sy cukup kesulitan menerjemah ليس بخارج منها krn model spt ini ndak ada dlm bahasa indo. Kira2 sy pahami "tiada dg aktualisasi keluar darinya" atau "tiada upaya keluar darinya". Model bahasanya sama dg bagian akhir tasbih rukuk (juga sujud). سبحان ربي العظيم وبحمده . Suci Tuanku sang hebat, juga dg pujiNya. Dlm pahaman sy ... Juga dg upaya memujiNya.
[18/10 6.13 PM] Saban Subiadi🤗: Atau ... Juga dg aktualisasi memujiNya.
AnNisa:100
[11/10 7.35 PM] Saban Subiadi🤗: (وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا)
[Surat An-Nisa' 100]
lewat @QuranAndroid
[11/10 7.40 PM] Saban Subiadi🤗: Dan siapa akan berhijrah di jalan Allah akan ia dapati di bumi tempat pelarian yg banyak, juga kelapangan. Dan siapa akan keluar dr rumahnya, musafir, menuju Allah dan rasulNya, lalu nanti kematian menyusulnya, maka nyata upahnya tanggung jawab pada Allah. Dan Allah adl sangat pengampun, pengasih.
[11/10 7.56 PM] Saban Subiadi🤗: Tadinya tempat pelarian yg banyak, juga kelapangan, di sini hanya terkait rizki dan ihwal materi saja. Mungkin krn masih matre. Tapi ternyata tempat pelarian maksudnya, kayaknya, dr keburukan. Selalu ada tempat sembunyi dr pengaruh buruk. Kelapangan maksudnya, kayaknya, jalan kpd kebaikan selalu ada.
[11/10 7.58 PM] Saban Subiadi🤗: Untuk merasakan sepenuhnya makna ayat ini seorang harus melampaui tahapan kaum yg kembali, para hamba, para pemuji. Namun demikian kilasan2nya tampaknya tidak khusus untuk mereka.
[Surat An-Nisa' 100]
lewat @QuranAndroid
[11/10 7.40 PM] Saban Subiadi🤗: Dan siapa akan berhijrah di jalan Allah akan ia dapati di bumi tempat pelarian yg banyak, juga kelapangan. Dan siapa akan keluar dr rumahnya, musafir, menuju Allah dan rasulNya, lalu nanti kematian menyusulnya, maka nyata upahnya tanggung jawab pada Allah. Dan Allah adl sangat pengampun, pengasih.
[11/10 7.56 PM] Saban Subiadi🤗: Tadinya tempat pelarian yg banyak, juga kelapangan, di sini hanya terkait rizki dan ihwal materi saja. Mungkin krn masih matre. Tapi ternyata tempat pelarian maksudnya, kayaknya, dr keburukan. Selalu ada tempat sembunyi dr pengaruh buruk. Kelapangan maksudnya, kayaknya, jalan kpd kebaikan selalu ada.
[11/10 7.58 PM] Saban Subiadi🤗: Untuk merasakan sepenuhnya makna ayat ini seorang harus melampaui tahapan kaum yg kembali, para hamba, para pemuji. Namun demikian kilasan2nya tampaknya tidak khusus untuk mereka.
AtTaubah:111-112
[8/10 8.29 PM] Saban Subiadi🤗: (إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ)
[Surat At-Taubah 111]
lewat @QuranAndroid
[8/10 8.30 PM] Saban Subiadi🤗: (التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ)
[Surat At-Taubah 112]
lewat @QuranAndroid
[8/10 8.41 PM] Saban Subiadi🤗: Allah sungguh telah membeli dr kaum beriman diri2 mrk, juga harta benda mrk, dg bahwa bg mrk sang kebun. Mrk akan berperang di jalan Allah, maka mrk akan membunuh juga akan terbunuh. Satu janji atasNya, ketetapan dlm Taurat, juga Injil, juga Alquran. Dan siapa yg lebih menepati janjinya dr Allah? Maka bergembiralah dg perniagaan yg kalian niagakan dgNya. Dan itu adalah perolehan yg besar. (111)
Kaum yg kembali, para hamba, para pemuji, para musafir, kaum yg rukuk, kaum yg sujud, para penyeru kepatutan juga para pencegah kemunkaran, juga para penjaga batas2 Allah. Dan gembirakanlah kaum beriman. (112)
[8/10 8.52 PM] Saban Subiadi🤗: Pada awalnya kaum beriman berupaya membunuh ego dg segenap harta bendanya. Dg harta benda di sini adl segenap alat yg ada padanya, yakni uangnya, segenap jasadnya, segenap imajinasi dan pengetahuannya, niatnya. Kemudian Allah pasti akan menyampaikan kepada kematian egonya, sang kebun bahasa lainnya.
[8/10 8.57 PM] Saban Subiadi🤗: Kaum beriman meliputi banyak tahapan. Paling umum adl kaum yg kembali kpd Tuan mrk, kaum yg melakukan kewajiban, meninggalkan larangan. Paling khusus adl para penyeru kepatutan pencegah kemunkaran. Masing2 tahapan punya batas2 Allah yg berbeda2.
[8/10 9.20 PM] Saban Subiadi🤗: Ayat 112 mungkin mengisyaratkan 7 tingkatan kebun Allah
[Surat At-Taubah 111]
lewat @QuranAndroid
[8/10 8.30 PM] Saban Subiadi🤗: (التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ)
[Surat At-Taubah 112]
lewat @QuranAndroid
[8/10 8.41 PM] Saban Subiadi🤗: Allah sungguh telah membeli dr kaum beriman diri2 mrk, juga harta benda mrk, dg bahwa bg mrk sang kebun. Mrk akan berperang di jalan Allah, maka mrk akan membunuh juga akan terbunuh. Satu janji atasNya, ketetapan dlm Taurat, juga Injil, juga Alquran. Dan siapa yg lebih menepati janjinya dr Allah? Maka bergembiralah dg perniagaan yg kalian niagakan dgNya. Dan itu adalah perolehan yg besar. (111)
Kaum yg kembali, para hamba, para pemuji, para musafir, kaum yg rukuk, kaum yg sujud, para penyeru kepatutan juga para pencegah kemunkaran, juga para penjaga batas2 Allah. Dan gembirakanlah kaum beriman. (112)
[8/10 8.52 PM] Saban Subiadi🤗: Pada awalnya kaum beriman berupaya membunuh ego dg segenap harta bendanya. Dg harta benda di sini adl segenap alat yg ada padanya, yakni uangnya, segenap jasadnya, segenap imajinasi dan pengetahuannya, niatnya. Kemudian Allah pasti akan menyampaikan kepada kematian egonya, sang kebun bahasa lainnya.
[8/10 8.57 PM] Saban Subiadi🤗: Kaum beriman meliputi banyak tahapan. Paling umum adl kaum yg kembali kpd Tuan mrk, kaum yg melakukan kewajiban, meninggalkan larangan. Paling khusus adl para penyeru kepatutan pencegah kemunkaran. Masing2 tahapan punya batas2 Allah yg berbeda2.
[8/10 9.20 PM] Saban Subiadi🤗: Ayat 112 mungkin mengisyaratkan 7 tingkatan kebun Allah
Langganan:
Postingan (Atom)