Rabu, 02 Mei 2018

6. Silogisme

6. Silogisme

6.1 Silogisme sederhana

Semua orang ingin bahagia. Semua orang pasti mati. Sekilas mendapati dua pernyataan itu, sebagian kita mungkin akan bertanya. Apakah keinginan untuk bahagia ada hubungannya dengan mati? Apakah bahagia ada pada kematian? Apakah semua yang ingin bahagia pasti mati? Dst.

Sebagian orang dermawan. Sebagian orang kikir. Apakah sebagian yang dermawan adalah kikir? Apakah hakikatnya kedermawanan tidak berlawanan dengan kikir? Dst.

Hubungan antar-term ternyata tak hanya ada pada term-term dalam satu pernyataan. Dalam hal dua pernyataan yang terkait, dua term dapat diketahui hubungannya. Yang menjadi kait antara kedua term tersebut adalah satu term yang secara sekaligus berada di kedua pernyataan. Kemudian dapat dihasilkan satu atau beberapa pernyataan baru yang menyampaikan hubungan antara kedua term yang sebelumnya tidak pada satu pernyataan.

Yang perlu diperhatikan sebelum melangkah pada penyimpulan tadi adalah harus adanya term kait. Yakni satu term yang secara sekaligus berada pada dua pernyataan.

A. Dua pernyataan dengan term kait identik

Semua orang ingin bahagia. Semua orang pasti mati. Kedua pernyataan ini punya term yang sama "semua orang", maka kedua term yang lain kemudian dapat disimpulkan hubungan-hubungannya dalam pernyataan-pernyataan yang baru.

B. Dua pernyataan dengan term kait bersinonim

Semua orang ingin bahagia. Semua manusia pasti mati. Pada contoh ini "semua orang" sama artinya dengan "semua manusia", dengan demikian kedua term yang lain hakikatnya saling berhubungan juga.

C. Dua pernyataan tak terkait

Semua orang ingin bahagia. Semua hewan pasti mati. Di sini pernyataan pertama tak terkait dengan pernyataan kedua. Karenanya, tanpa pernyataan lain yang mengaitkan keduanya, term-term pada pernyataan pertama tak mungkin dihubungkan dengan term pada pernyataan kedua, demikian pula sebaliknya.

Ari suka ayam. Ayam suka makan beras. Pernyataan pertama memuat "ari" dan "suka ayam", sementara pernyataan kedua memuat "ayam" dan "suka makan beras". Sama juga kedua pernyataan ini tak terkait.

D. Term kait mengawali pernyataan

Bentuk silogismenya KB, KC, dengan K adalah term kait, B dan C adalah term-term yang dicari hubungannya. Mengikuti pernyataan-pernyaaan yang menyusunnya bentuk ini memiliki beberapa variasi: OO, OI, OE, OA, II, IE, IA, EE, EA, AA. Masing-masing variasi tersebut menghasilkan kesimpulan masing-masing, yang dapat anda buktikan sendiri, dengan diagram lengkap atau dengan cara lain. Berikut adalah contoh penyimpulan sebagian variasi bentuk silogisme KB, KC dengan bantuan diagram lengkap.

Semua orang ingin bahagia. Semua orang pasti mati. Bentuk KB, KC variasi OO.
Diagram 6.1 tahap-tahap pembuatan diagram-diagram lengkap orang ingin bahagia, pasti mati

Diagram 6.2 orang ingin bahagia, pasti mati alt 1

Diagram 6.3 orang ingin bahagia, pasti mati alt 2

Diagram 6.4 orang ingin bahagia, pasti mati alt 3

Diagram 6.5 orang ingin bahagia, pasti mati alt 4

Diagram 6.6 orang ingin bahagia, pasti mati alt 5

Diagram 6.7 orang ingin bahagia, pasti mati alt 6

Diagram 6.8 orang ingin bahagia, pasti mati alt 7

Diagram 6.9 orang ingin bahagia, pasti mati alt 8

Diagram 6.10 orang ingin bahagia, pasti mati alt 9

Diagram 6.11 orang ingin bahagia, pasti mati alt 10

Mari lihat apa-apa yang kita dapatkan. 
1. Semua yang ingin bahagia pasti mati (salah), lihat diagram 6.4
2. Sebagian yang ingin bahagia pasti mati (benar)
3. Semua yang ingin bahagia bukan yang pasti mati (salah), lihat diagram 6.2
4. Sebagian yang ingin bahagia bukan yang pasti mati (salah), lihat diagram 6.2
5. Semua yang pasti mati adalah yang ingin bahagia (salah), lihat diagram 6.5
6. Sebagian yang pasti mati adalah yang ingin bahagia (benar)
7. Semua yang pasti mati bukan yang ingin bahagia (salah), lihat diagram 6.2
8. Sebagian yang pasti mati bukan yang ingin bahagia (salah), lihat diagram 6.2

Mari lihat lebih jauh lagi
9. Semua yang tak ingin bahagia adalah yang pasti mati (salah), lihat diagram 6.2
10. Sebagian yang tak ingin bahagia adalah yang pasti mati (salah), lihat diagram 6.2
11. Semua yang tak ingin bahagia bukan yang pasti mati (salah), lihat diagram 6.3
12. Sebagian yang tak ingin bahagia bukan yang pasti mati (salah), lihat diagram 6.6
13. Semua yang tak pasti mati adalah yang ingin bahagia (salah), lihat diagram 6.2
14. Sebagian yang tak pasti mati adalah yang ingin bahagia (salah), lihat diagram 6.2
15. Semua yang tak pasti mati bukan yang ingin bahagia (salah), lihat diagram 6.4
16. Sebagian yang tak pasti mati bukan yang ingin bahagia (salah), lihat diagram 6.6

Jika semua orang ingin bahagia dan semua orang pasti mati maka: sebagian yang ingin bahagia pasti mati, sebagian yang pasti mati adalah yang ingin bahagia.
###

Kita lihat contoh silogisme KB, KC yang lain. Kali ini dengan variasi OE. 

Orang adalah makhluk, orang bukan batu. Diagram-diagramnya seperti berikut.
Diagram 6.12 orang makhluk, nonbatu alt 1

Diagram 6.13 orang makhluk, nonbatu alt 2

Diagram 6.14 orang makhluk, nonbatu alt 3

Diagram 6.15 orang makhluk, nonbatu alt 4

Diagram 6.16 orang makhluk, nonbatu alt 5

Diagram 6.17 orang makhluk, nonbatu alt 6

Diagram 6.18 orang makhluk, nonbatu alt 7

Diagram 6.19 orang makhluk, nonbatu alt 8

Diagram 6.20 orang makhluk, nonbatu alt 9

Diagram 6.21 orang makhluk, nonbatu alt 10

Jika orang adalah makhluk dan orang bukan batu maka?... (Silahkan anda jawab)

E. Term kait mengakhiri pernyataan

Kadang kita dapati bahwa term kait menempati bagian akhir pernyataan-pernyataan. Variasi-variasinya sbb: OO, OI, OE, OA, II, IE, IA, EE, EA, AA. 

Contoh pada variasi OO: ayah manusia, ibu manusia, maka (hubungan ayah dengan ibu)? (Silahkan anda jawab dengan penjelasannya)

F. Term kait mengawali satu pernyataan, mengakhiri pernyataan lain 

Mungkin ini silogisme yang paling lazim. Paling banyak pula variasinya di antara silogisme-silogisme sederhana: OO, OI, OE, OA, IO, II, IE, IA, EO, EI, EE, EA, AO, AI, AE, AA. 

Jika manusia ingin bahagia dan Ahmad adalah manusia maka? Jika sebagian batu berharga dan ini batu maka? Jika Allah bukan makhluk dan saya bukan Allah maka? Dst.

Tanda bahwa anda menguasai silogisme sederhana adalah mampu memberikan kesimpulan atas pernyataan-pernyataan saling terkait, seperti apapun. Kecermatan, ketelitian, mungkin adalah kata kuncinya. Setahu saya kecermatan jugalah kata kunci untuk menguasai logika secara praktis.

6.2 silogisme bersyarat 

A. Lazim

Pernyataan bersyarat jika disertai dengan pernyataan yang terkait dengannya akan dapat menghasilkan pernyataan baru sebagai kesimpulan. 

Ada kalanya hubungan sebab-akibat yang dinyatakan pada pernyataan bersyarat adalah berupa kelaziman, kebiasaan. Dari pernyataan seperti ini akan menghasilkan pernyataan-pernyataan kesimpulan yang bersifat khas, membedakannya dari hubungan sebab-akibat yang pasti. 

Jika sebab terjadi maka akibatnya terjadi. Contoh: Jika hujan turun maka genteng basah. Hujan turun. Maka? Lazimnya genteng akan basah. 

Jika sebab tak terjadi maka akibat belum tentu tak terjadi. Contoh: Jika hujan turun maka genteng basah. Hujan tak turun. Maka? Genteng lazimnya tak basah, tapi bisa juga basah. Genteng bisa basah karena sebab lain, kan?

Jika akibat tak terjadi maka sebab tak terjadi. Contoh: Jika hujan turun, genteng basah. Genteng tak basah. Maka? Mestinya hujan tak turun. 

Jika akibat terjadi, sebab belum tentu terjadi. Contoh: Jika hujan turun, genteng basah. Genteng basah. Maka? Hujan bisa turun, bisa tak turun.

B. Pasti

Ada pula hubungan sebab-akibat yang bersifat pasti. Dikatakan bahwa sebab terhubung dengan akibat secara hakiki. 

Jika matahari terbit maka malam menghilang. 

Matahari terbit. Pasti malam menghilang. Jika sebab ada maka akibat terjadi.

Matahari tak terbit. Pasti malam tak menghilang. Jika sebab tak terjadi maka akibat pasti tak ada. 

Malam menghilang. Pasti matahari terbit. Jika akibat terjadi pasti sebabnya ada. 

Malam tak menghilang. Pasti matahari tak terbit. Jika akibat tiada maka pasti sebabnya tak ada. 
###

Hubungan yang hakiki antara dua hal tak mungkin diketahui tanpa pengenalan yang lengkap terhadap masing-masing hal itu. Sementara hakikat sesuatu biasanya bukan hanya sisi materialnya saja.
###

Menarik dibaca:
* Silogisme, dalam buku "Logika", oleh Drs. Mundiri

Minggu, 29 April 2018

5. Pernyataan tersembunyi

5. Pernyataan tersembunyi

5.1 universal positif

Ayam hidup. Pernyataan ini menghubungkan pahaman ayam dengan hidup, atau dalam ungkapan lain menyematkan pahaman hidup kepada pahaman ayam. Hanya itu? Sebenarnya beberapa term, juga beberapa hubungan term ada di situ. Mari kita perhatikan.
Diagram 5.1 ayam hidup alt 1

Diagram 5.2 ayam hidup alt 2

Berikut adalah beberapa alternatif pernyataan yang terkait dengan pernyataan di atas.
1. Sebagian ayam hidup (benar)
2. Ayam tak hidup (salah), perhatikan diagram 5.1
3. Sebagian ayam tak hidup (salah), perhatikan diagram 5.1
4. Semua yang hidup adalah ayam (salah), perhatikan diagram 5.2
5. Sebagian yang hidup adalah ayam (benar)
6. Semua yang hidup bukan ayam (salah), perhatikan diagram 5.1
7. Sebagian yang hidup bukan ayam (salah), perhatikan diagram 5.1

Jadi saat anda menyatakan ayam hidup, yakni semua ayam hidup, seketika anda sebenarnya juga menyatakan bahwa  sebagian ayam hidup, juga sebagian yang hidup adalah ayam.

Lebih jauh lagi, pernyataan-pernyataan berikut mungkin jarang terlintas terkait dengan pernyataan awal yang kita bahas.
8. Semua non-ayam hidup (salah), perhatikan diagram 5.1
9. Sebagian non-ayam hidup (salah), perhatikan diagram 5.1
10. Semua non-ayam tak hidup (salah), perhatikan diagram 5.2
11. Sebagian non-ayam tak hidup (benar)
12. Semua yang tak hidup adalah ayam (salah), perhatikan diagram 5.1
13. Sebagian yang tak hidup adalah ayam (salah), perhatikan diagram 5.1
14. Semua yang tak hidup bukan ayam (benar)
15. Sebagian yang tak hidup bukan ayam (benar)

Jika semua ayam hidup maka: sebagian yang bukan ayam tak hidup, semua yang tak hidup bukan ayam, sebagian yang tak hidup bukan ayam.

Sebagian orang mungkin akan bertanya, teori yang bertele-tele seperti ini ada praktek nyatanya tidak sih, ada gunanya tidak.

Menurut saya apa yang disampaikan di sini bukanlah bertele-tele, ke sana kemari tanpa tujuan. Apa yang ingin disampaikan adalah ajakan kepada pembaca agar mencermati pahaman yang disampaikan, dari berbagai sudut pandang yang mungkin.

Contoh penerapannya secara nyata adalah berikut. Hidup adalah ciri hakiki, salah satu ciri tak terpisahkan pada ayam. (Pembahasan tentang sifat hidup pada ayam ini akan terlalu dalam masuk ke wilayah filsafat, karenanya sementara kita lewatkan.) Kemudian anda mendapati ada sesuatu yang secara lahiriah seperti ayam, tapi ia tak menunjukkan tanda-tanda hidup. Maka sesuatu yang anda dapati itu pastilah bukan ayam. Bisa jadi ia tiruan ayam, atau bisa juga hanya tubuh ayam.

5.2 partikular positif

Sebagian ayam hidup. Ini satu dari contoh pernyataan partikular positif. Adapun penggambarannya dengan diagram-diagram lengkap bisa seperti berikut.
Diagram 5.3 sebagian ayam hidup alt 1

Diagram 5.4 sebagian ayam hidup alt 2

Diagram 5.5 sebagian ayam hidup alt 3

Diagram 5.6 sebagian ayam hidup alt 4

Diagram 5.7 sebagian ayam hidup alt 5

Sebagian ayam hidup. Pernyataan-pernyataan terkait: 
1. Semua ayam hidup (salah), perhatikan diagram 5.4
2. Semua ayam tak hidup (salah), cermati diagram 5.3
3. Sebagian ayam tak hidup (salah), cermati diagram 5.3
4. Semua yang hidup adalah ayam (salah), cermati diagram 5.3
5. Sebagian yang hidup adalah ayam (benar)
6. Semua yang hidup bukan ayam (salah), lihat diagram 5.3
7. Sebagian yang hidup bukan ayam (salah), lihat diagram 5.5
8. Semua nonayam hidup (salah), lihat diagram 5.3
9. Sebagian nonayam hidup (salah), lihat diagram 5.5
10. Semua nonayam tak hidup (salah), lihat diagram 5.4
11. Sebagian nonayam tak hidup (salah), lihat diagram 5.7
12. Semua yang tak hidup adalah ayam (salah), lihat diagram 5.3
13. Sebagian yang tak hidup adalah ayam (salah), lihat diagram 5.3
14. Semua yang tak hidup bukan ayam (salah), lihat diagram 5.4
15. Sebagian yang tak hidup bukan ayam (salah), lihat diagram 5.7

Jika sebagian ayam hidup maka sebagian yang hidup adalah ayam.

5.3 universal negatif

Semua batu tak hidup. Ini contoh pernyataan universal negatif. Berikut adalah contoh diagram-diagram lengkapnya.
Diagram 5.8 batu tak hidup alt 1

Diagram 5.9 batu tak hidup alt 2

Semua batu tak hidup. Berikut adalah pernyataan-pernyataan yang terkait. 
1. Batu hidup (salah), lihat diagram 5.8
2. Sebagian batu hidup (salah), lihat diagram 5.8
3. Sebagian batu tak hidup (benar)
4. Semua yang hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.8
5. Sebagian yang hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.8
6. Semua yang hidup bukan batu (benar)
7. Sebagian yang hidup bukan batu (benar)
8. Semua nonbatu hidup (salah), lihat diagram 5.8
9. Sebagian nonbatu hidup (benar)
10. Semua nonbatu tak hidup (salah), lihat diagram 5.8
11. Sebagian nonbatu tak hidup (salah), lihat diagram 5.9
12. Semua yang tak hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.8
13. Sebagian yang tak hidup adalah batu (benar)
14. Semua yang tak hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.8
15. Sebagian yang tak hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.9

Jika batu tak hidup maka sebagian batu tak hidup, semua yang hidup bukan batu, sebagian yang hidup bukan batu, sebagian yang bukan batu hidup, sebagian yang tak hidup adalah batu.

5.4 partikular negatif

Sebagian batu tak hidup. Ini contoh pernyataan partikular negatif. Diagram-diagramnya bisa seperti berikut. 

Diagram 5.10 sebagian batu tak hidup alt 1

Diagram 5.11 sebagian batu tak hidup alt 2


Diagram 5.12 sebagian batu tak hidup alt 3

Diagram 5.13 sebagian batu tak hidup alt 4

Diagram 5.14 sebagian batu tak hidup alt 5

Sebagian batu tak hidup maka: 
1. Batu hidup (salah), lihat diagram 5.10
2. Sebagian batu hidup (salah), lihat diagram 5.10
3. Batu tak hidup (salah), lihat diagram 5.11
4. Semua yang hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.10
5. Sebagian yang hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.10
6. Semua yang hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.11
7. Sebagian yang hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.12
8. Nonbatu hidup (salah), lihat diagram 5.11
9. Sebagian nonbatu hidup (salah), lihat diagram 5.12
10. Nonbatu tak hidup (salah), diagram 5.10
11. Sebagian nonbatu tak hidup (salah), lihat diagram 5.13
12. Semua yang tak hidup adalah batu (salah), lihat diagram 5.10
13. Sebagian yang tak hidup adalah batu (benar)
14. Semua yang tak hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.10
15. Sebagian yang tak hidup bukan batu (salah), lihat diagram 5.13

Jika sebagian batu tak hidup maka sebagian yang tak hidup adalah batu.
###

Menarik dibaca:
* Oposisi, dalam buku "Logika", oleh Drs. Mundiri
* Pernyataan yang Sama, ibid

Selasa, 13 Februari 2018

4. Pernyataan

4. Pernyataan 

4.1 pernyataan sederhana

Pernyataan adalah hubungan antara satu pahaman dengan pahaman lain. Pernyataan adalah hubungan antara satu term dengan term lain. Bisa juga dibilang bahwa pernyataan adalah hubungan antara objek dengan objek lain. Saat hubungan itu ada maka pernyataan dikatakan benar. Sebaliknya, jika hubungan itu faktanya tidak ada maka pernyataan dikatakan salah.

Itu ibu. Pernyataan tersebut menghubungkan pahaman "itu" dengan pahaman "ibu". Ia menghubungkan objek yang ditunjuk oleh term "itu" dengan objek yang ditunjuk oleh term "ibu".

Sebagian manusia tidak suka makan roti. Pernyataan ini menghubungkan term "sebagian manusia" dengan term "tidak suka makan roti".

Ketika ada dua term, "ayam" dan "hidup", atau "batu" dan "hidup" misalnya, maka ada beberapa alternatif hubungan antara keduanya.

1. Ayam hidup. Ini disebut pernyataan universal positif, dilambangkan dengan O. Pernyataan ini jika digambarkan dengan diagram lengkap akan punya 2 alternatif.

Diagram 4.1 ayam hidup alt 1

Diagram ini menyatakan: ayam hidup, semua yang hidup adalah ayam. Atau dengan kata lain: hanya ayam yang hidup. 


Diagram 4.2 ayam hidup alt 2

Diagram ini menyatakan: ayam hidup, sebagian yang hidup bukan ayam.

Dengan demikian, kedua diagram tersebut secara bersama membenarkan pernyataan "ayam hidup". 

Diagram 4.3 contoh penggambaran diagram-diagram "ayam hidup" berdasarkan diagram "hidup"

2.  Sebagian ayam hidup. Ini disebut pernyataan partikular positif, dilambangkan dengan I. Penggambaran diagram-diagram lengkap berikut masih berdasarkan diagram "hidup" juga. 

Diagram 4.4 sebagian ayam hidup alt 1

Diagram 4.5 sebagian ayam hidup alt 2

Diagram 4.6 sebagian ayam hidup alt 3

Diagram 4.7 sebagian ayam hidup alt 4

Diagram 4.8 sebagian ayam hidup alt 5

3. Batu tak hidup. Ini disebut pernyataan universal negatif, dilambangkan dengan E. Masih bersandar pada diagram "hidup". 

Diagram 4.9 batu tak hidup alt 1

Diagram 4.10 batu tak hidup alt 2

4. Sebagian batu tak hidup. Ini adalah pernyataan partikular negatif, dilambangkan dengan A. Dan diagram-diagram berikut masih bersandar pada diagram "hidup" yang sama. 

Diagram 4.11 sebagian batu tak hidup alt 1

Diagram 4.12 sebagian batu tak hidup alt 2

Diagram 4.13 sebagian batu tak hidup alt 3
Diagram 4.14 sebagian batu tak hidup alt 4

Diagram 4.15 sebagian batu tak hidup alt 5
###

Ayam adalah makhluk hidup. Secara umum pernyataan ini dapat dikelompokkan ke dalam pernyataan sederhana. Satu term adalah "ayam", dengan "makhluk hidup" sebagai term lain yang dihubungkan. 

Namun demikian, dalam kasus-kasus tertentu, dalam hal mendefinisi misalnya, pernyataan itu sepertinya harus ditempatkan sebagai pernyataan tak sederhana. Hal ini untuk melihat secara lebih rinci kaitan-kaitan yang ada pada pernyataan itu. "Ayam" kemudian adalah term yang dihubungkan dengan term "makhluk", juga dengan term "hidup".

4.2 Definisi

Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. Ibu adalah orang yang berjilbab hitam. Ibu adalah orang tua perempuan seorang anak. Ibu adalah orang yang mengandung anda saat anda masih menjadi janin. Mana definisi yang paling anda suka?

Terlepas manapun yang anda suka, anda jugalah yang tahu benar atau salahnya definisi itu. 

Mari kita samakan persepsi dulu sembari menyelami aliran pembahasan di sini. Definisi adalah pernyataan yang memisahkan satu pahaman dari pahaman-pahaman lain. Ia bisa disejajarkan dengan pengelompokan benda-benda di dunia nyata. Hakikat definisi dengan demikian adalah sama dengan klasifikasi. 

Contoh kasus: ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. "Ibu" di sini sebagai terdefinisi, "wanita yang telah melahirkan seseorang" sebagai pendefinisi. Pahaman "wanita" memisahkan "ibu" dari pahaman "bukan wanita", laki-laki, juga benda yang tak bersifat jender. "Yang telah melahirkan seseorang" kemudian memisahkan "ibu" dari pahaman "wanita bukan yang melahirkan seseorang".

Beberapa orang kemudian mencari-cari definisi yang paling tepat dan hemat untuk tujuan itu. Tepat artinya bahwa pendefinisi punya cakupan yang sama besar dengan terdefinisi. Hemat artinya pendefinisi menggunakan ungkapan yang sesedikit mungkin. Namun demikian, ungkapan pendefinisi yang tepat dan hemat ternyata sangat bergantung pada konteks yang ada, bergantung pada posisi penyampai relatif terhadap penerimanya. 

Ibu itu apa? Dalam konteks penyampai ada bersama dengan penerima dan "ibu" maka jawabnya cukup dengan "Itu ibu" dengan isyarat yang sesuai. Dalam konteks penerima berbahasa Inggris maka jawabnya cukup dengan "ibu is mother". Demikian seterusnya. 

Dengan begitu semestinya tidak ada definisi yang secara umum paling bagus, paling efisien, paling tepat, dst. 

Mungkin cara paling sesuai ketika berhadapan dengan definisi adalah memahami konteks, sudut pandang, juga klasifikasi yang dihadirkan oleh penyampainya. 

Ketika anda terpaksa mendefinisi, dengan demikian, maka sebaiknya meramalkan konteks, sudut pandang, juga klasifikasi yang ada pada penerima anda.

Jika tak mudah meramalkan konteks, sudut pandang, juga klasifikasi pada penerima, apa yang harus dilakukan? Dalam hal ini ada baiknya anda menggunakan klasifikasi yang lazim dipakai, yakni dengan menelaah kamus, ensiklopedia, atau literatur/media yang lazim diterima/diakses masyarakat. Biasanya cukup dengan menyebutkan jenis dan ciri khusus terdefinisi, atau jika mungkin menyebutkan jenis dan ciri pembedanya.

4.3 pernyataan bersyarat

Sebagian pernyataan menyampaikan hubungan yang lebih rumit dari sekedar hubungan antar-term, mereka menyampaikan juga hubungan antar-pernyataan. Satu atau lebih pernyataan berposisi sebagai sebab, satu atau lebih pernyataan lain sebagai akibatnya. Pola umumnya "Jika B maka C", dengan B adalah satu atau beberapa pernyataan sebab, C adalah satu atau beberapa pernyataan akibatnya. Ada kalanya dinyatakan dengan "Jika B, C" atau "B, maka C". 

Jika ayam dan kambing makhluk hidup, keduanya pasti dicipta oleh yang hidup juga. "Ayam dan kambing makhluk hidup" mencontohkan B, sebab, "keduanya pasti dicipta oleh yang hidup juga" mencontohkan C, akibatnya. 

Bisa juga dinyatakan dalam beberapa bentuk lain. Andai B maka C. Karena B jadi C. Sebab B jadi C. B, akibatnya C. Dst.

Hubungan sebab-akibat pada pernyataan bersyarat ada kalanya hubungan yang pasti. Jika matahari telah terbit maka siang terjadi. 

Ada kalanya hubungan sebab-akibat pada pernyataan bersyarat tidak bersifat pasti. Jika matahari telah terbit, orang beranjak dari tempat tidurnya.
###

Menarik dibaca: 
* Definisi, dalam buku "Logika", oleh Drs. Mundiri
* Proposisi, ibid

Senin, 05 Februari 2018

3. Klasifikasi

3. Klasifikasi

3.1 kelas dan jenis (spesies dan genus)

Toko swalayan, minimarket. Coba bayangkan bahwa di sana tak ada rak-rak yang dibariskan. Barang-barang yang dijual hanya diserakkan di lantai, membentuk bukit-bukit kecil, onggok-onggok tak beraturan. Jika pengunjung, anda mungkin akan sulit menemukan barang-barang yang dimau. Jika penjaga toko, anda akan sulit mendata barang-barang yang ada. Jika pemilik toko, mungkin anda sulit menilai berapa nilai aset anda di sana. Pasti saya, mungkin anda juga, tak akan tertarik berada di sana.

Pada dasarnya manusia tak menginginkan kesulitan. Namun demikian manusia ada kalanya sengaja mendatangkan kesulitan dengan berharap kemudahan yang lebih banyak di kemudian hari. Dalam kasus toko swalayan kita, pemilik toko lalu menambahkan rak-rak untuk memajang barang-barang dagangan yang rapih tertata.

Berapa biaya yang ditambahkan karena rak-rak yang kemudian terpasang? Berapa waktu yang diperlu untuk memilah barang berjenis-jenis, menatanya dengan apik? Belum lagi aksesoris-aksesoris dan label-label yang kemudian ditambahkan.

Harapannya? Penjaga toko mudah dalam mendata barang-barang terpajang. Pemilik toko mudah dalam menilai asetnya di sana. Pengunjung mudah mencari apa-apa yang diinginkan.
###

Sekarang mari beralih ke contoh lain yang lebih besar, pasar. Coba cermati berapa banyak macam barang yang ada. Bandingkan dengan yang ada di toko swalayan. Bayangkan barang-barang di pasar lalu dicampurkan semua, tanpa kios-kios khusus, tanpa rak-rak, tanpa pengelompokan-pengelompokan. Hampir dapat saya pastikan adalah satu pengalaman yang unik berada di sana. Tapi saya pastikan bukan yang menyenangkan.

Bagaimana dengan apa yang ada pada kita, manusia? Benak manusia, benak saya pun anda. Nama-nama, term-term yang tersimpan di sana mestinya jauh lebih banyak dari macam barang dagangan di pasar. Bagaimana jika semua itu diacak-acak sedemikian rupa tanpa cara yang mudah untuk mengenalinya?
###

Untuk memudahkan manusia menemukan atau dan menyampaikan pahaman-pahaman dalam benaknya yang demikian banyak dan beragam, ia lalu membuat pemetaan, pengelompokan-pengelompokan terhadap pahaman-pahamannya.

Pada awalnya manusia diperkenalkan dengan ibu, ayah, kakak, dst. Lalu ia diperkenalkan kepada konsep manusia, semacam perlabelan yang baru. Sedikit lebih menyulitkan, ia lalu mengingat ibu adalah manusia, ayah adalah manusia, kakak adalah manusia, dst. Sedikit lebih menyulitkan lagi pada pahaman "ibu" kemudian menjadi ibu adalah manusia adalah makhluk hidup. Demikian seterusnya. Dengan pahaman manusia meliputi ibu dan selainnya, dengan makhluk hidup meliputi manusia dan selainnya.

Dalam hubungan khusus-umum antara ibu dan manusia pada contoh di atas, dalam logika dimunculkan istilah kelas/spesies untuk ibu dan pahaman-pahaman lain yang setingkat, jenis/genus untuk manusia. Ketika kelas disematkan pada manusia dan pahaman-pahaman lain yang setingkat, maka jenis dengan sendirinya tersematkan pada makhluk hidup. Demikian seterusnya. Ketika kelas disematkan pada pahaman ibu, maka manusia dapat disebut sebagai jenis dekat, sementara makhluk hidup disebut sebagai jenis jauh.

Dengan perlabelan semacam itulah manusia memetakan pahaman-pahaman yang tersimpan dalam benaknya. Tampak agak rumit pada awalnya, namun dengan begitu ia kemudian lebih mudah memahami, juga menyampaikan apa-apa yang telah atau kemudian ada dalam benaknya.

Kelas adalah term yang tercakup oleh term lain yang lebih umum. Jenis adalah term yang mencakup term-term lain yang lebih khusus.

Diagram 3.1. Contoh pemetaan pahaman-pahaman


Diagram 3.2. Contoh 1 hubungan kelas-jenis 


Diagram 3.3. Contoh 2 hubungan kelas-jenis

Diagram 3.4. Contoh hubungan 
kelas-jenis dekat-jenis jauh

3.2 ciri umum, ciri khusus, ciri pembeda (accident, proprium, differentia) 

Manusia, anak kecil, lebih dulu mengenal ibu, ayah, kakak, dst. Lebih tepatnya mengenal beberapa ciri ibu, ayah, kakak, dst. Ibu misalnya, berwajah demikian, berambut hitam lurus, beriris mata cokelat, tinggi tubuhnya sedemikian, suaranya demikian, suka makan bakso, suka minum es teh, berjilbab jika keluar rumah, dst. Sementara mengenali perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan, yakni melakukan abstraksi, ia diperkenalkan kepada pahaman "manusia". Ketika itulah ia belajar juga tentang definisi, tentang penjelasan kata, ibu misalnya adalah manusia berambut hitam, bermata cokelat, dst. 

Sejenak ia mencermati definisi "ibu" tersebut. Berambut hitam misalnya, ada kalanya dapat membedakan seorang dari orang lain. Tapi ia ternyata tidak selalu dapat dipakai untuk membedakan seorang dari semua orang lain. "Berambut hitam", meskipun ciri yang melekat pada ibu, tapi melekat pula pada sebagian manusia selain ibu. 

Term semacam ini disebut sebagai ciri umum/accident. "Berambut hitam" adalah ciri umum, manusia, yang melekat pada ibu. 
###

Ia lalu merasa perlu menemukan ciri khas yang memisahkan ibu dari semua manusia selainnya, sekaligus memperbaiki definisi sebelumnya. Ia lalu mendapati beberapa term seperti menyusui waktu bayi, mengandung waktu janin, paling menyayangi, dst. Term-term ini tampaknya contoh yang memenuhi kriteria ciri khas ibu yang membedakan dari semua manusia lain. Term-term semacam ini tersebutlah sebagai ciri khusus/proprium (jamak: propria). 
###

Sebagian dari ciri khusus adalah ciri yang bahkan sulit dipisahkan dari pahaman sesuatu itu sendiri. Mengandung waktu janin misalnya, adalah ciri yang sangat lekat dengan pahaman "ibu". 

Ciri khusus yang demikian tersebutlah ciri pembeda/differentia.

3.3 diagram lengkap 

Pahaman-pahaman dalam benak manusia, seperti diketahui, dapat dipetakan untuk memudahkan pemahaman dan penyampaian. Segenap pahaman yang ada kemudian dapat dipetakan dengan sangat sederhana seperti berikut ini.

Diagram 3.5. Manusia (dan nonmanusia, tentunya)

Dalam diagram tersebut lingkaran mewakili semua objek pahaman. Objek-objek pahaman ada yang berupa manusia seperti ibu, ayah, kakak, Muhammad, Fatimah, dst. Ada pula objek-objek pahaman yang bukan manusia seperti batu, tanaman, matahari, Tuhan, malaikat, mustahil, tiada, dst.

Salah satu ciri khas diagram lengkap adalah menunjukkan term positif bersamaan dengan term negatifnya sekaligus. Diagram lengkap ditujukan menyampaikan adanya pahaman, "manusia" dan "bukan manusia" misalnya, tidak dimaksudkan menunjukkan posisi dan jumlahnya. Karenanya diagram tersebut dapat saja dinyatakan dengan berbagai cara, seperti berikut. 

Diagram 3.6. Manusia, alternatif 2

Diagram 3.7. Manusia, alternatif 3 
### 

Menarik dibaca: 
* Definisi, dalam buku "Logika", oleh Drs Mundiri
* Klasifikasi, ibid
* https://en.m.wikipedia.org/wiki/Definition